Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemeringkatan Kampus Dorong Perilaku Riset Abal-abal di Indonesia, Benarkah?

📅 Minggu, 12 Mei 2024, 13:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Hal serupa juga dilakukan Universitas Zurich di Swiss yang memutuskan untuk tidak lagi berpartisipasi dalam pemeringkatan universitas dunia versi Times Higher Education. Alasannya, pemeringkatan sering berfokus pada jumlah, sehingga menciptakan tekanan untuk meningkatkan jumlah publikasi daripada memprioritaskan kualitas konten.

'Benchmarking' sebagai alternatif

Sebagai alternatif, pendekatan benchmarking dianggap lebih memadai daripada pemeringkatan. Sebab, pendekatan ini memungkinkan institusi untuk membandingkan kinerjanya dengan institusi sejenis berdasarkan kebutuhan dan konteks mereka sendiri, yang dapat mengurangi tekanan untuk memenuhi standar yang bersifat umum.

Benchmarking mengasumsikan bahwa data faktual yang dikumpulkan dari berbagai sumber dapat digunakan untuk memahami kekuatan dan kelemahan organisasi serta mengidentifikasi area-area yang perlu diperbaiki.

Contoh pendekatan ini adalah PASCAL Universities Regional Engagement (PURE). Proyek ini diinisiasi oleh PASCAL International Observatory, sebuah aliansi global antara peneliti, analis kebijakan, pengambil keputusan, praktisi lokal, pemerintahan, pakar pendidikan tinggi, organisasi nonpemerintah (LSM), dan juga sektor swasta.

Proyek PURE memberikan dasar pemahaman tentang bagaimana metode benchmarking beroperasi dalam konteks pendidikan tinggi yang tidak hanya mengacu pada pertimbangan kuantitatif, melainkan melihat keseluruhan aspek secara holistik.

PURE melakukan benchmarking secara regional sebab mereka menekankan peran vital universitas dalam pembangunan ekonomi dan sosial secara luas. Proyek ini tidak hanya bertujuan membandingkan kinerja institusi, tetapi juga membangun basis data yang berpotensi untuk membentuk karakter masyarakat melalui refleksi dan diskursus.

Dengan langkah-langkah demikian, benchmarking pada lembaga pendidikan tinggi dapat memberikan warna baru yang lebih konkret dan sesuai kebutuhan universitas. Sekaligus, menjadi instrumen yang lebih esensial dalam memahami dan meningkatkan kualitas universitas.

Sebab, dengan fokus pada analisis mendalam dan diskursus yang intens, benchmarking dapat memberikan pandangan yang lebih holistik dan terukur daripada pemeringkatan universitas yang telah terbukti dapat menciptakan masalah.The Conversation

Yogie Pranowo, Adjunct Associate Lecturer, Universitas Multimedia Nusantara

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Olahraga
Kalah Telak di Piala AFF: T...
Olahraga
Daftar 18 Pemain Voli Putra...

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.