Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemeringkatan Kampus Dorong Perilaku Riset Abal-abal di Indonesia, Benarkah?

📅 Minggu, 12 Mei 2024, 13:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Pertama, peringkat membantu universitas membangun dan mempertahankan citra positif yang menjadi faktor penting dalam keputusan calon mahasiswa. Survei QS Enrollment Solutions International Student tahun 2021 menunjukkan bahwa mahasiswa menilai peringkat institusi sebagai salah satu faktor penting dalam memilih universitas.

Kedua, peringkat juga digunakan sebagai tolak ukur untuk meningkatkan organisasi dan manajemen di universitas. Banyak pemangku kepentingan yang memanfaatkannya sebagai alat untuk mendorong perubahan strategis dan akademis.

Ketiga, peringkat juga menjadi dasar untuk keputusan penting, mendorong pengumpulan data yang dapat dipercaya dan mendorong analisis mendalam terhadap faktor-faktor kunci yang memengaruhi kesuksesan institusi dalam peringkat.

Terakhir, peringkat juga memiliki pengaruh dalam membentuk kemitraan dan kolaborasi, menguntungkan institusi dengan peringkat tinggi dalam mendapatkan dukungan dan minat bermitra dalam bidang akademis dan profesional.

Meski memiliki nilai penting, pemeringkatan universitas juga bisa menimbulkan permasalahan. Terutama mengenai penggunaannya yang kadang berlebihan, kurang memerhatikan variasi kebutuhan masyarakat, serta mengabaikan konteks.

Hal ini terlihat dari fokus pemerintah pada peringkat global. Dalam acara "Top Executive University Gathering" tahun 2023, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, mengatakan bahwa perlu momentum yang tepat untuk mendukung dan memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi untuk mewujudkan universitas berkelas dunia, yang salah satu indikatornya adalah memperoleh peringkat global yang tinggi. Dalam perkembangannya, peringkat universitas juga cenderung semakin komersial dan berdampak pada promosi pihak tertentu.

Cara peringkat universitas bekerja juga seringkali hanya sebatas mengukur produktivitas penelitian, tanpa memperhatikan kualitasnya.

Tuntutan untuk terus-terus memproduksi ini membuat beberapa pihak terjebak dalam praktik-praktik instan. Seperti misalnya Kumba Digdowiseiso, guru besar Universitas Nasional (UNAS) yang memproduksi 160 artikel dalam kurun waktu satu tahun.

Reaksi global

Logika pemeringkatan kampus yang terjebak kuantifikasi mulai mengundang berbagai reaksi. Universitas Utrecht (UU), salah satunya, sengaja tidak mengirimkan data mereka untuk digunakan dalam peringkat universitas. Keputusan ini didasarkan pada keyakinan bahwa peringkat universitas yang umumnya berfokus pada penilaian skor dan persaingan intensif tidak sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai utama UU, yang lebih menekankan pada kolaborasi dan pengembangan sains terbuka.

UU percaya bahwa upaya untuk menggambarkan keseluruhan kualitas universitas dengan satu angka tunggal tidak mencerminkan keragaman dan kompleksitas dari berbagai program dan disiplin ilmu yang ada di UU.

Alasan lainnya adalah keraguan terhadap akurasi data dan metodologi yang digunakan oleh lembaga pemeringkatan, serta waktu dan upaya yang diperlukan untuk menyediakan informasi yang lengkap dan akurat.

Asosiasi universitas Belanda, juga mendukung pendekatan yang lebih bertanggung jawab terhadap peringkat universitas. Mereka mendorong mahasiswa untuk lebih memerhatikan konten dan karakteristik program-program akademis saat memilih universitas. Sementara itu, dosen dan peneliti juga didorong untuk menilai dengan cermat sifat dan kualitas dari program-program penelitian yang ditawarkan universitas, agar tidak terjebak dalam riset ala kadarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Olahraga
Sabalenka Mengejar Kebangki...
Olahraga
Chelsea Menguji Formasi Ter...
Megapolitan
Rancangan Umum Sementara Pr...

Ekspor Jakarta Tumbuh 4 Persen Lebih

49 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Ekspor Jakarta Tumbuh  4 Pe...

PSG Gandeng Google, Gemini Resmi Jadi Asisten AI Klub

1.5 jam yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
PSG Gandeng Google, Gemini ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.