Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bapanas Tambah 150 Ribu Ton SPHP Jagung bagi Peternak Unggas Mikro

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 15:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bapanas Tambah 150 Ribu Ton SPHP Jagung bagi Peternak Unggas Mikro Doc: ANTARA
Ket. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjawab pertanyaan awak media ditemui usai menghadiri rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan sejumlah kementerian/lembaga terkait, di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (7/9/2026).

JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan penambahan alokasi 150 ribu ton program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan untuk memperkuat pasokan serta membantu peternak unggas skala mikro.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan keberpihakan pemerintah terhadap ekosistem peternak unggas nasional diwujudkan melalui penambahan alokasi untuk program SPHP jagung pakan.

"Sebanyak 150 ribu ton resmi diproses pemerintah yang nantinya akan menambah alokasi penugasan kepada Perum Bulog untuk peternak skala mikro," kata Amran terkonfirmasi di Jakarta, Selasa (08/9).

Adapun program SPHP jagung pakan tahun 2026 tahap pertama telah dimulai sejak awal Mei lalu. Total kuota salur ditetapkan sebanyak 213,2 ribu ton yang terdiri dari kebutuhan jagung pakan bagi kelompok peternak skala usaha mikro, kecil, dan menengah.

Rinciannya antara lain kuota sebanyak 138,65 ribu ton dengan asumsi kebutuhan tiga bulan bagi kelompok peternak mikro. Kemudian 50,37 ribu ton dengan asumsi kebutuhan dua bulan bagi kelompok peternak kecil dan 24,17 ribu ton dengan asumsi kebutuhan satu bulan bagi peternak menengah.

"Sekarang ada tambahan lagi. SPHP jagung 150 ribu ton," ujar Amran.

Bapanas mencatat realisasi salur SPHP jagung pakan hingga 7 September telah mencapai 59,5 persen dari total target tahap pertama dan kedua yang 241,2 ribu ton. Secara kuantitas sebanyak 143,5 ribu ton telah diakses peternak yang tersebar di 33 provinsi.

Daerah dengan jumlah peternak tertinggi adalah Jawa Timur dengan 3.690 peternak dan Jawa Tengah 2.017 peternak.

“Selama peternak butuh, kasih, titik. Jangan ada basa-basi. SPHP Bulog kita lanjutkan sampai akhir tahun," kata Amran menegaskan.

Dengan komitmen ini, pemerintah memastikan akan terus mengawal ketersediaan jagung bagi peternak unggas.

Amran telah menginstruksikan Bulog untuk terus melayani peternak unggas yang membutuhkan jagung pakan dengan harga lebih ekonomis.

Harga jagung pakan yang ditetapkan Bapanas antara lain Rp5.000 per kilogram (kg) dengan pengambilan di gudang Bulog dan harga maksimal di Rp 5.500 per kg di tingkat peternak.

Penyaluran SPHP jagung pakan dilakukan melalui koperasi atau asosiasi kepada anggota yang telah terdaftar dalam Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian.

Terhadap penyaluran ke wilayah sentra produksi jagung harus mempertimbangkan periode panen raya, kondisi harga jagung di tingkat petani dan juga di tingkat peternak. Ini penting agar tidak berimplikasi negatif terhadap harga jagung yang terlalu dalam di tingkat petani daerah setempat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Ekonomi
Realisasi Kredit Usaha Raky...
Nasional
Kenaikan Imbal Hasil Dollar...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.