Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hebat, Sepak Takraw Putri Merintis Medali dengan Menggulung Malaysia

📅 Kamis, 01 Okt 2026, 13:23 WIB | Oleh:
Hebat, Sepak Takraw Putri Merintis Medali dengan Menggulung Malaysia Doc: ist
Ket. melaju usai gulingkan malaysia

JAKARTA – Perlu diajungi jempor, di mana tim sepak takraw kuadran putri Indonesia melaju ke babak semifinal Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Apalagi tak main-main yang dikalahkan adalah Malaysia, di partai terakhir fase Grup B, Kamis. Skuad Merah Putih sempat kalah pada set pembuka, namun mereka menaklukkan tim jiran dalam tiga set 16-17, 15-11 dan 15-12 dalam pertandingan ketat yang berlangsung di Mizuho Park Gymnasium, Nagoya.

"Evaluasinya tadi, kami agar lebih perbanyak berlatih dalam kuadran. Selama ini, kami berlatih 70 persen dalam regu dan 30 persen dalam kuadran. Tadi kelihatan kalau kami kalah
start dari mereka," ungkap Kapten tim kuadran putri Dini Mita Sari setelah pertandingan. Pada set pembuka, tim kuadran putri tertinggal pada awal permainan. Kejar mengejar poin sempat terjadi dan kuadran Indonesia berusaha mengejar ketertinggalan.

Namun pada poin-poin akhir, tim yang dinakhodai Dini itu tidak bisa mengambil peluang poin sehingga dimenangkan Malaysia. Menurut Dini, timnya memang belum siap pada set pertama sehingga permainan mereka terasa kurang enak.

"Yang kami rasakan belum panas ya, permainan kami malah terbawa oleh (pola) mereka. Dari segi skill, justru kami lebih bagus dari mereka, tapi sayangnya kami malah terbawa ritme lawan di awal," Dini mengungkapkan.

Pada nomor sepak takraw kuadran, Kontingen Indonesia menurunkan dua tim, masing-masing bermain pada nomor putri dan putra. Tim kuadran putri Indonesia sukses menyusul langkah tim putra, yang juga mengamankan tiket babak semifinal lebih dulu dengan berbekal tiga kemenangan pada fase grup.

Sebelum membungkam Malaysia, tim kuadran putri terlebih dulu mengalahkan Laos dan tim tuan rumah Jepang. Dengan keberhasilan kedua tim yang mampu menyapu bersih seluruh tiga pertandingan fase grup, atlet dan pelatih optimistis bisa menyumbang hasil terbaik bagi Merah Putih untuk cabang olahraga sepak takraw Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Emas Panahan

Sebelumnya, medali emas nomor compound dari Nurisa Dian Ashrifa menjadi capaian tertinggi tim panahan Indonesia sepanjang keikutsertaan Asian Games, sekaligus menjadi catatan penting bagi perkembangan cabang olahraga tersebut menuju persaingan level dunia.

Wakil Ketua Umum II Pembinaan dan Prestasi Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Abdul Razak mengatakan, keberhasilan tersebut menjadi momentum penting federasi mengingat nomor compound akan dipertandingkan pada Olimpiade mendatang. "Itu sangat berarti bagi federasi, karena divisi compound pada Olimpiade yang akan datang sudah dilombakan," kata Abdul Razak di Nagoya, Jepang, Kamis.

Dia mengatakan, perolehan medali emas tersebut berada di luar target awal yang ditetapkan federasi. Sebelumnya, Indonesia hanya menargetkan dua medali perunggu karena kondisi persiapan tim yang dinilai belum sepenuhnya optimal.

"Itu memang di luar target. Waktu kami diminta target medali oleh Menpora melalui NOC, kami hanya menargetkan dua perunggu. Kami belum pernah ditargetkan medali, apalagi emas," ujar Abdul Razak.

Menurut Abdul Razak, Nurisa Dian Ashrifah, atau yang akrab disapa Hani, merupakan salah satu atlet yang menjadi andalan Indonesia setelah meraih medali emas SEA Games 2025. Performa Hani dinilai masih mampu bertahan sehingga federasi tetap memproyeksikannya untuk meraih medali.

Namun, Abdul Razak menjelaskan, persiapan tim Indonesia pada tahun ini belum berjalan secara maksimal. Pelatnas masih menerapkan sistem desentralisasi dan pemanggilan atlet sehingga komposisi tim belum sepenuhnya ideal. Selain itu, kesempatan melakukan uji coba juga terbatas.

"Pelatnas kami tahun ini agak compang-camping. Masih ada desentralisasi, ada pemanggilan lagi, jadi persiapan tim belum maksimal. Kami juga tidak banyak melakukan try out, kecuali di Singapura," ujar Abdul Razak. Meski demikian, federasi sejak awal tetap melihat peluang Hani untuk menyumbangkan medali.

Dalam perjalanan menuju emas, Indonesia harus melewati persaingan ketat, termasuk menghadapi India. "Yang paling berat adalah dengan India. Setelah kami melewati India, kami sudah berani menargetkan medali emas," kata Abdul Razak.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa atlet panahan Indonesia mampu bersaing meski datang dengan persiapan yang tidak sepenuhnya ideal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Presiden Prabowo Bakal Resh...
Daerah
Agenda Gandrung Sewu Banyuw...
Advertisement
Presiden Prabowo Bakal Reshuffle Kabinet Besar-besaran

Presiden Prabowo Bakal Reshuffle Kabinet Besar-besaran

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.