Pancasila Harus Jadi Sumber Etika Bangsa Indonesia
📅 Kamis, 29 Feb 2024, 11:56 WIB | Oleh: Tim Penulis"Setara Institute mencatat sekitar 83% anak muda merasa Pancasila boleh diganti. Pancasila padahal sudah menjadi konsensus dan perekat kita sampai sekarang. Uni Soviet dengan komunismenya, bubar. Yugoslavia dengan militernya, bubar. Kita, dengan Pancasila, masih bersama sampai sekarang. Tapi jika ini tidak dirawat, kita juga bisa menghadapi hal yang sama," paparnya.
"Maka, pendekatan untuk pemahaman Pancasila harus dilakukan. Jika kepada anak muda seperti peserta sekarang, forum-forum ini, dialog, serta kajian, itulah pendekatan yang baik. Untuk lapisan masyarakat lainnya, tentu caranya berbeda," ujarnya.
Anang Sujoko pun menegaskan mahasiswa dan universitas harus sadar dan bangkit untuk membangun nilai Pancasila hadir dalam masyarakat, seperti yang disemangati Bung Karno dalam buku "Buku Pancasila: Dari Indonesia Untuk Dunia" ini.
"Bangkit, bangun nilai Pancasila. Yakinlah, kontribusi sekecil apapun, bernilai Pancasila, akan bisa berdampak. Gunakan kemampuan kalian memakai gadget dan cara berpikir kritis kalian, untuk kontribusi kepada bangsa dan negara ini."
Sebaiknya Anda baca juga:
Aris Heru Utomo menyatakan, Indonesia beruntung punya Pancasila sebagai pemersatu bangsa, sehingga harus dirawat.
"Indonesia tetap menjadi negara kesatuan sampai sekarang, tidak pecah. Ini menunjukkan Pancasila menjadi perekat dan inilah yang ditawarkan oleh Bung Karno, yang dituangkan dalam buku ini. Ini yang harus dimengerti oleh generasi muda: Pancasila adalah warisan yang berharga."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!