Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiket Pesawat ke Jepang Makin Mahal, Maskapai Naikkan Tajam Fuel Surcharge

📅 Rabu, 01 Apr 2026, 19:57 WIB | Oleh:
Tiket Pesawat ke Jepang Makin Mahal, Maskapai Naikkan Tajam Fuel Surcharge Doc: AFP

TOKYO - Dua maskapai Jepang, ANA dan JAL diperkirakan akan menaikkan biaya tambahan BBM (fuel surcharge) untuk penerbangan internasional mulai Juni di tengah lonjakan harga akibat konflik Timur Tengah, menurut seorang sumber pada Rabu (1/4).

Langkah itu kemungkinan memengaruhi liburan musim panas dan menimbulkan kekhawatiran terhadap permintaan perjalanan.

Biaya tambahan BBM pada penerbangan ke Eropa dan Amerika Utara untuk Juni-Juli direncanakan mencapai 55.000 yen (sekitar Rp6,2 juta) untuk ANA, naik 23.100 yen dari April-Mei.

JAL diperkirakan menaikkan biaya tambahannya sebesar 21.000 yen menjadi 50.000 yen, kata sumber.

Untuk rute China dan Taiwan, biaya tambahan ANA diperkirakan naik 4.900 yen menjadi 14.300 yen, sementara JAL naik 5.000 yen menjadi 12.400 yen.

Biaya tambahan ke Korea Selatan dan Rusia kemungkinan bertambah menjadi 6.500 yen untuk ANA dan 5.900 yen untuk JAL, level tertinggi dalam sistem saat ini.

BBM untuk pesawat (avtur) dihasilkan dari penyulingan minyak mentah. Harganya di pasar Singapura mencapai lebih dari dua kali lipat pada Maret dibandingkan sebelum konflik akhir Februari.

Biaya tambahan dihitung berdasarkan harga rata-rata avtur tiap dua bulan. Harga Februari-Maret, misalnya, akan memengaruhi tarif penerbangan pada Juni-Juli.

Meski tidak berlaku untuk penerbangan domestik, JAL mempertimbangkan penerapan sistem tersebut mulai musim semi 2027 untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak jangka panjang.

ANA dan Skymark Airlines juga mempertimbangkan langkah serupa, kata sumber. Ant/Kyodo

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.