Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wahana Tanpa Awak Jepang Berhasil Mendarat di Bulan

📅 Minggu, 21 Jan 2024, 16:24 WIB | Oleh:

Secara statistik, terbukti sangat sulit untuk mendarat di Bulan. Hanya sekitar setengah dari seluruh upaya yang berhasil.

Jaxa menaruh kepercayaannya pada teknologi navigasi presisi baru. Komputer di dalam pesawat pendarat menggunakan pemrosesan gambar cepat dan pemetaan kawah untuk menghindari bahaya saat mencapai titik pendaratan.

Para insinyur ingin berada dalam jarak 100 meter (330 kaki) dari lokasi yang ditargetkan dan sekarang akan mempelajari data untuk melihat seberapa baik kinerja Slim. Namun indikasi awal menunjukkan bahwa teknologi tersebut berfungsi sesuai rancangan.

"Melihat data jejak, saya yakin Slim pasti berhasil mendarat tepat dengan akurasi 100 meter. Tentu saja, seperti yang kami informasikan sebelumnya, diperlukan waktu sekitar satu bulan untuk menganalisis informasi secara akurat," kata Kuninaka.

Slim memulai manuver turunnya dari ketinggian 15 kilometer (9 mil) pada tengah malam hingga hari Sabtu, Waktu Standar Jepang (15:00 GMT, Jumat). Touchdown atau pendaratan terjadi tepat setelah 15:20 GMT.

Lokasi pendaratan di dekat Kawah Shioli saat ini bermandikan sinar matahari namun kegelapan malam bulan akan kembali ke sana pada akhir bulan.

Ketika itu terjadi, suhu akan turun drastis ke tingkat yang sangat mampu merusak papan sirkuit elektronik.

Jaxa telah dua kali mendaratkan robot di asteroid, jadi pendaratan di Bulan ini adalah hal yang menarik.

Pesawat ini akan memainkan peran penting dalam program Artemis milik badan antariksa AS atau National Aeronautics and Space Administration (NASA), yang berupaya mengembalikan manusia ke permukaan bulan setelah jeda selama lebih dari setengah abad.

Tahun lalu, sebuah perusahaan swasta Jepang, iSpace, mencoba melakukan pendaratan. Pesawat Hakuto-R miliknya jatuh ketika komputer di dalamnya bingung mengenai ketinggiannya di atas Bulan.

Pada hari Kamis, perusahaan swasta Amerika Astrobotic membuang kapal pendarat Peregrine miliknya di atmosfer bumi. Kesalahan propulsi mencegahnya mencoba melakukan upaya pendaratan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
kj cup 26

Daftar Event Jakarta Akhir Pekan 25-26 Juli 2026: Pameran Seni Hingga Konser

Daftar Event Jakarta Akhir Pekan 25-26 Juli 2026: Pameran Seni Hingga Konser

24 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.