Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Tunggu Dewasa! Menekraf Dorong Pengembangan Talenta Anak Sejak Dini

📅 Jumat, 24 Jul 2026, 22:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jangan Tunggu Dewasa! Menekraf Dorong Pengembangan Talenta Anak Sejak Dini Doc: ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif
Ket. Ilustrasi – Siswa sedang memainkan permainan kartu di kelas.

JAKARTA – Mengembangkan bakat anak sebaiknya dimulai sejak dini dengan memberi mereka kesempatan untuk mencoba berbagai aktivitas yang sesuai dengan minatnya.

Dukungan dari orang tua, sekolah, dan lingkungan sekitar sangat penting agar anak merasa percaya diri untuk terus belajar dan berkembang.

Saat bakat diasah secara konsisten, anak tidak hanya memperoleh prestasi, tetapi juga membangun kreativitas, disiplin, kemampuan bekerja sama, dan kepercayaan diri yang akan bermanfaat hingga dewasa.

Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan investasi pada pengembangan talenta anak sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan sumber daya manusia (SDM) sektor ekonomi kreatif.

“Kementerian Ekraf senantiasa berkomitmen menghadirkan kreatif hub yang ramah anak, sehingga talenta-talenta muda Indonesia dapat berkembang menjadi generasi inovatif dari local champion menuju national champion hingga berdaya saing go global,” ujar Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (24/7).

Riefky menegaskan anak merupakan sumber inspirasi sekaligus talenta pegiat ekraf masa depan yang perlu diberikan ruang untuk belajar, berekspresi, dan berinovasi sejak dini melalui lingkungan yang aman dan kolaboratif.

Ia mengatakan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum untuk memastikan pemerintah memberikan penguatan ruang-ruang kreatif yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor ekonomi kreatif menyerap 27,4 juta tenaga kerja pada 2025 atau setara 18,7 persen dari total tenaga kerja nasional. Capaian tersebut menunjukkan ekonomi kreatif menjadi salah satu pilar utama penciptaan lapangan kerja, terutama bagi generasi muda.

Sementara itu, data Profil Anak Indonesia 2025 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mencatat jumlah anak di Indonesia mencapai 79,9 juta jiwa atau 28,38 persen dari total penduduk.

Potensi bonus demografi tersebut dinilai menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan sektor ekonomi kreatif.

Untuk mendukung pengembangan talenta, Kementerian Ekraf mengedepankan kolaborasi heksaheliks yang melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan lembaga keuangan dalam membangun ruang kreatif yang aman, bebas diskriminasi, dan terhindar dari eksploitasi anak.

Wakil Menteri Ekraf Irene Umar mengatakan ekonomi kreatif tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga menciptakan nilai sosial melalui edukasi, kolaborasi lintas sektor, serta pembukaan peluang baru bagi pelaku ekonomi kreatif.

“Ekonomi kreatif tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga nilai sosial berkelanjutan sebagai sarana edukasi, kolaborasi lintas sektor, hingga penciptaan peluang baru bagi para pejuang ekraf. Kementerian Ekraf senantiasa memastikan ekosistem kreatif tumbuh dalam mendorong kreativitas, menghargai keberagaman, serta membangun karakter anak yang siap menghadapi tantangan masa depan," ujar Irene.

Kementerian Ekraf menilai investasi pada pendidikan, pengembangan kreativitas, literasi digital, dan penyediaan ruang berekspresi yang aman akan menjadi kunci untuk memastikan ketersediaan talenta kreatif yang mampu mendukung pertumbuhan industri ekonomi kreatif secara berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
Megapolitan
Tol Kataraja Perkuat Koneks...
Megapolitan
Warga Perlu Diedukasi Hadap...
Luar Negeri
Trump Ancam Bombardier Kana...
Megapolitan
Kodam Jaya Gunakan 147 Wate...
Daerah
Dinkes: Kasus ISPA di Banda...
Olahraga
Kejutan, Ada Tiga Ganda Cam...
Advertisement
Kapal Jurnalis Hilang Kontak di Sekitar Anak Krakatau, Pemilik Ungkap Kondisi Sebelum Berangkat

Kapal Jurnalis Hilang Kontak di Sekitar Anak Krakatau, Pemilik Ungkap Kondisi Sebelum Berangkat

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.