Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Susur Sungai Pekauman Ulu Tak Sekadar Wisata, Kini Jadi Harapan Baru Ekonomi Desa

📅 Jumat, 24 Jul 2026, 19:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Susur Sungai Pekauman Ulu Tak Sekadar Wisata, Kini Jadi Harapan Baru Ekonomi Desa Doc: ANTARA/ Pemkab Banjar.
Ket. Wisata Susur Sungai Pekauman Ulu menggunakan kapal kelotok menuju dua destinasi unggulan, Rumah Adat Banjar Teluk Selong dan Wisata Religi Syekh Abdul Hamid Abulung, Martapura.

BANJAR – Pengembangan destinasi wisata berbasis potensi lokal menjadi pendekatan yang semakin relevan untuk menciptakan pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Dengan mengoptimalkan kekayaan alam, budaya, kuliner, serta tradisi setempat, setiap daerah dapat membangun identitas wisata yang khas dan sulit ditiru.

Strategi ini tidak hanya meningkatkan daya tarik bagi wisatawan, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan UMKM, dan pelestarian warisan budaya sebagai aset pembangunan jangka panjang.

Wisata Susur Sungai Desa Pekauman Ulu, Kabupaten Banjar, Kalsel, menghadirkan destinasi berbasis potensi lokal yang menawarkan pengalaman menikmati Sungai Martapura, juga membuka peluang ekonomi masyarakat melalui pengelolaan berbasis Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma).

Pengunjung dapat menikmati perjalanan menggunakan kapal wisata menuju dua destinasi unggulan, yakni Rumah Adat Banjar Teluk Selong dan Wisata Religi Syekh Abdul Hamid Abulung, dengan tarif Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per orang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Banjar HM Hafizh Anshari di Martapura, Kabupaten Banjar, Jumat (24/7), mengatakan pengelolaan wisata melalui BUMDes dan BUMDesma menjadi strategi mengoptimalkan potensi desa agar mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

"Harapannya, wisata ini tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga mampu membuka lapangan usaha, meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat," ujarnya.

Menurut Hafizh, keberadaan wisata susur sungai menjadi contoh pemanfaatan aset desa yang mampu menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat.

Selain menjadi destinasi rekreasi, aktivitas wisata juga menciptakan peluang usaha bagi pelaku UMKM, penyedia jasa transportasi sungai, hingga pelaku ekonomi kreatif.

Pengembangan destinasi tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar membangun dermaga sebagai akses utama keberangkatan, sedangkan kapal wisata dioperasikan oleh BUMDesma yang menjadi motor penggerak usaha ekonomi desa.

Sementara itu, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Banjar memperkuat tata kelola destinasi melalui pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan pengembangan pariwisata berbasis kemitraan antara pemerintah, masyarakat serta pelaku usaha agar pengelolaan berlangsung profesional dan berkelanjutan.

"Pembentukan Pokdarwis dan penguatan kemitraan menjadi kunci agar destinasi wisata di Kabupaten Banjar dikelola secara profesional, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Ketua DPC Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Kabupaten Banjar M Ariyandra Abdullah menilai wisata susur sungai memiliki potensi besar dalam menggerakkan berbagai subsektor ekonomi kreatif desa.

"Yang ingin kita dorong bukan hanya ramainya pengunjung, tetapi juga tumbuhnya usaha masyarakat. Kuliner khas, kerajinan, fesyen lokal, fotografi, videografi, seni pertunjukan hingga promosi digital dapat berkembang bersama destinasi wisata ini," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
kj cup 26

Ekonomi
PTPN I  Jadi Pusat Riset B...
Daftar Event Jakarta Akhir Pekan 25-26 Juli 2026: Pameran Seni Hingga Konser

Daftar Event Jakarta Akhir Pekan 25-26 Juli 2026: Pameran Seni Hingga Konser

24 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.