Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI–Tiongkok Pererat Kemitraan Strategis, Babak Baru Kerja Sama Ekonomi Dimulai

📅 Jumat, 24 Jul 2026, 20:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
RI–Tiongkok Pererat Kemitraan Strategis, Babak Baru Kerja Sama Ekonomi Dimulai Doc: ANTARA/ Moh Ridwan.
Ket. Ilustrasi-Pekerja di salah satu rumah kemas Parigi Moutong memisahkan daging durian dari kulit untuk di sortir sebelum diekspor ke Tiongkok.

JAKARTA – Penguatan kerja sama strategis bilateral menjadi instrumen penting untuk memperluas peluang ekonomi sekaligus memperkuat posisi suatu negara di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Kolaborasi yang mencakup perdagangan, investasi, teknologi, pendidikan, hingga ketahanan pangan dan energi dapat menciptakan manfaat bersama serta meningkatkan daya saing kedua negara.

Di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia, hubungan bilateral yang solid juga menjadi fondasi untuk menjaga stabilitas ekonomi, memperluas akses pasar, dan mempercepat pembangunan yang berkelanjutan.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok terus berkembang semakin kuat dan komprehensif melalui penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis.

"Pemerintah berkomitmen untuk terus membuka peluang dan memperluas kerja sama yang saling menguntungkan, tidak hanya di bidang perdagangan dan investasi, tetapi juga pada sektor-sektor strategis seperti industri, pendidikan, ekonomi digital, dan teknologi," kata Haryo dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan penguatan hubungan bilateral tersebut tercermin dari sejumlah agenda kerja sama yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.

Di antaranya, kunjungan Wakil Gubernur Provinsi Fujian bersama delegasi bisnis Tiongkok dalam kerangka Two Countries Twin Parks (TCTP), serta keikutsertaan Indonesia sebagai salah satu negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) melalui penandatanganan deklarasi di Shanghai pada 16 Juli 2026.

Selain itu, ia menyebut kerja sama pendidikan terus diperkuat melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi terkemuka di Tiongkok, seperti Tsinghua University, yang telah diwujudkan melalui berbagai kegiatan riset dan seminar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bali.

Di sektor otomotif, perusahaan asal Tiongkok seperti BYD dan Chery juga terus memperluas investasinya di Indonesia dan kini telah menembus lima besar pangsa pasar otomotif nasional.

Hubungan ekonomi kedua negara turut ditopang oleh berbagai perjanjian perdagangan, antara lain ASEAN-Tiongkok Free Trade Area (ACFTA) yang berlaku sejak 2010 dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang efektif berlaku pada 2022.

Berdasarkan data Indonesia, nilai perdagangan bilateral RI-Tiongkok pada 2025 mencapai sekitar 154 miliar dolar AS, sedangkan berdasarkan data Tiongkok mencapai sekitar 160 miliar dolar AS.

Sejumlah komoditas ekspor Indonesia di antaranya ferroalloy, nikel matte, lignit, batu bara, hingga minyak sawit.

Tiongkok juga merupakan salah satu investor terbesar di Indonesia dengan kontribusi yang terus meningkat di berbagai sektor strategis.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan kehormatan delegasi bisnis Tiongkok serta Dubes RI untuk Tiongkok di kantornya, Jakarta, Kamis (23/7).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Kemenkes Perluas Cek Kesehatan Gratis

21 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenkes Perluas Cek Keseha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.