Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Permainan Tradisional Solusi Batasi Anak Bermain Gawai

📅 Jumat, 24 Jul 2026, 03:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Permainan Tradisional Solusi Batasi Anak Bermain Gawai Doc: Antara
Ket. Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi mendampingi Ketum Seruni Selvi Gibran menjajal permainan kelereng pada puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Laman Tugu Sirih, Kota Tanjungpinang, Kepri, Kamis (23/7/2026).

TANJUNGPINANG - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifatul Choiri Fauzi menyatakan permainan tradisional menjadi salah satu solusi membatasi anak bermain gawai di tengah pesatnya pengaruh media sosial.

“Kita tak bisa begitu saja menyuruh anak berhenti main gadget, tapi berikan solusi. Misalnya, melalui permainan tradisional berbasis kearifan lokal,” kata Menteri Arifatul Fauzi saat menghadiri puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Laman Tugu Sirih, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (23/7).

Ia mengatakan Kementerian PPPA menginisiasi permainan rakyat sejak peringatan HAN tahun 2025, seiring tantangan penggunaan media sosial yang terus berkembang dari waktu ke waktu.

Dia menilai permainan tradisional efektif mengatasi kecanduan media sosial, karena mengalihkan perhatian anak ke dunia nyata melalui interaksi fisik langsung.

Selain itu, kata dia, permainan tradisional mengandung nilai filosofi yang tinggi, seperti membangun budaya antre, saling menghargai, kemudian meningkatkan kebersamaan hingga kreativitas. “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat menggalakkan permainan tradisional bagi anak-anak agar seimbang dengan penggunaan gawai,” ucapnya.

Menteri Arifatul Fauzi menambahkan puncak HAN ke-42 ini diinisiasi Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih bersama Kemendikdasmen dan Kementerian PPPA.

Dia berharap peringatan HAN bukan hanya formalitas, namun membangun kesadaran masyarakat bahwa anak hari ini memiliki tantangan luar biasa di tengah perkembangan era digital. “Anak-anak hari ini adalah pemimpin Indonesia ke depan, maka kita harus menjamin pemenuhan hak serta perlindungan anak,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Forum Anak Indonesia menyampaikan 12 poin suara anak Indonesia yang dirangkum dari 38 provinsi. Arifatul Fauzi memastikan suara anak-anak tersebut tidak hanya didengar, tapi akan ditindaklanjuti bersama kementerian terkait. “Kita akan ajak anak-anak bertemu langsung menteri terkait sekaligus berdiskusi mengenai berbagai persoalan anak dari tingkat desa, kabupaten/kota, provinsi hingga nasional,” katanya.

Bebas Perundungan

Terpisah, Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa setiap anak Indonesia memiliki hak yang sama untuk tumbuh di ruang aman dan juga menekankan pentingnya anak terbebas dari perundungan dalam rangka memperingati HAN 2026.

Menurut dia, momen Hari Anak Nasional harus menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa sedang dibentuk melalui kehidupan jutaan anak Indonesia hari ini. “Semua anak Indonesia berhak untuk tumbuh sehat, memperoleh pendidikan yang layak, hidup dalam lingkungan yang aman, serta mengembangkan potensi terbaiknya tanpa dibatasi oleh kondisi ekonomi keluarga maupun tempat mereka dilahirkan,” kata Puan di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan bahwa berbagai tantangan yang masih dihadapi anak-anak Indonesia, mulai dari stunting, putus sekolah, kekerasan terhadap anak, perkawinan usia dini, eksploitasi anak, perundungan, hingga ancaman di ruang digital, menunjukkan bahwa masih banyak anak yang belum menikmati hak-haknya secara utuh.

“Persoalan tersebut tidak dapat dipandang sebagai masalah masing-masing sektor, melainkan sebagai ukuran sejauh mana negara hadir melindungi generasi penerus bangsa,” katanya.

Secara khusus, dia menyoroti isu perundungan yang masih banyak ditemukan di Indonesia, mulai dari di lingkungan sekolah dan sosial, hingga bullying di ruang digital, baik itu perundungan verbal maupun secara psikologis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...

Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Apple iPhone 18 Pro

8 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Apa Saja Kelebihan dan Keku...

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

22 menit yang lalu | Ones

Olahraga
Indonesia Juara FIFA ASEAN ...
Advertisement
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Modal Kuat Skuad Garuda Arungi Piala Asia 2027

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Modal Kuat Skuad Garuda Arungi Piala Asia 2027

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Desak dan 0,002 Detik yang Bersejarah
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.