Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Praktik dan Kebijakan Buruk Bakal Rugikan RI di Era AI

📅 Selasa, 16 Jan 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

"AI ini melesatkan produktivitas sekaligus memberi implikasi pada ketegakerjaan, dua-duanya harus disikapi berbarengan dan hanya bisa dengan haluan negara yang kuat," ungkap Aditya.

Dia menekankan pentingnya kepastian hukum dan keadilan yang memiliki standar dunia sebagai faktor kunci dalam menarik investasi di bidang industri nilai tambah dan teknologi tinggi.

Aditya meyakini bahwa tanpa kondisi tersebut, upaya mengejar ketertinggalan dengan negara-negara maju akan sulit terwujud secara substansial.

Dalam konteks perkembangan teknologi, Aditya juga menyoroti potensi hilangnya sekitar 40 persen lapangan kerja akibat implementasi AI di berbagai sektor kehidupan manusia dan negara. Dia menekankan perlunya kesiapan pemerintah Indonesia menghadapi dampak tersebut dan menyarankan agar tidak meremehkan potensi perubahan signifikan yang akan dibawa oleh AI.

Aditya juga mengingatkan pada pernyataan Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan bahwa meremehkan dampak AI dapat berdampak negatif pada pembangunan ekonomi suatu negara. "Pemerintah diharapkan dapat merespons secara proaktif untuk memastikan bahwa Indonesia dapat beradaptasi dengan perubahan teknologi ini dan memanfaatkannya sebaik mungkin," tandas Aditya.

Sementara itu, peneliti Mubyarto Institute, Awan Santosa, mengatakan pemerintah harus lebih serius menyiapkan masuknya AI agar tidak menggerus banyak pekerja. AI harus dimanfaatkan agar membawa manfaat besar bagi masyarakat dan kemanusiaan, bukan sebaliknya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Event Jakarta Akhir Pekan 20-21 Juni: Serbu Jakarta Fair 2026 hingga Konser Musik Ancol

Event Jakarta Akhir Pekan 20-21 Juni: Serbu Jakarta Fair 2026 hingga Konser Musik Ancol

19 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.