Pemkot Bandung Bahas Penghapusan Tarif Masuk Taman Tegalega
📅 Jumat, 19 Jun 2026, 13:55 WIB | Oleh: Ilham SudrajatBANDUNG - Pemerintah Kota Bandung terus melakukan pembenahan terhadap berbagai ruang publik agar semakin nyaman, aman, dan mudah diakses masyarakat.
Salah satu kebijakan yang tengah dikaji adalah kemungkinan menggratiskan akses masuk ke kawasan Taman Tegalega, disusul penyelesaian renovasi Alun-alun Bandung yang hingga kini belum dibuka secara penuh karena masih memerlukan perbaikan.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan retribusi masuk kawasan Taman Tegalega yang saat ini sebesar Rp2.000 sebenarnya masih memiliki dasar hukum berupa Peraturan Wali Kota (Perwal). Namun, pemerintah tengah mengevaluasi aturan tersebut agar masyarakat dapat menikmati ruang terbuka hijau tanpa dikenakan biaya.
"Kalau Tegalega memang saat ini masih ada tarif masuk Rp2.000 karena diatur dalam Perwal. Sekarang saya sedang mengkaji bagaimana caranya supaya bisa gratis. Saya sedang mempelajari dulu aturan itu untuk kemudian bisa dicabut," ujar Wali Kota Farhan di Balai Kota Bandung, Kamis (18/6).
Menurut Wali Kota Farhan, keinginan menggratiskan akses masuk bukan berarti mengabaikan pengelolaan kawasan. Sebaliknya, Pemerintah Kota Bandung justru ingin memastikan seluruh warga memiliki kesempatan yang sama untuk memanfaatkan ruang publik sebagai tempat rekreasi, olahraga, hingga berinteraksi sosial.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menjelaskan, Taman Tegalega saat ini memiliki fungsi yang sangat beragam sehingga membutuhkan penataan yang lebih komprehensif. Kawasan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, tetapi juga menjadi lokasi berbagai aktivitas masyarakat.
"Tegalega sekarang fungsinya campur. Ada ruang terbuka hijau, ada sarana olahraga, ada tempat usaha masyarakat, bahkan ada fasilitas pengolahan sampah. Karena itu kita sedang melakukan penataan ulang supaya semuanya tertata dengan baik," kata dia.
Wali Kota Farhan menilai konsep penataan ruang publik ke depan harus mampu mengakomodasi berbagai kepentingan masyarakat tanpa mengurangi kualitas lingkungan maupun kenyamanan pengunjung.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, ruang publik memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup warga perkotaan. Oleh sebab itu, Pemerintah Kota Bandung ingin memastikan fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh lapisan masyarakat.
Utamakan Kualitas
Selain membahas Tegalega, wali Kota Farhan juga menjelaskan perkembangan renovasi Alun-alun Bandung yang hingga kini belum dibuka kembali secara permanen.
Ia menuturkan, keputusan menutup sementara Alun-alun bukan tanpa alasan. Pemerintah menemukan sejumlah pekerjaan renovasi yang dinilai belum memenuhi standar kualitas sehingga perlu dilakukan perbaikan sebelum kawasan tersebut kembali digunakan masyarakat.
"Kenapa waktu itu saya tutup? Karena pekerjaan renovasinya kurang bagus. Saya minta diperbaiki dulu. Desainnya diperbaiki, hasil pekerjaannya juga harus diperbaiki," tegas dia.
Wali Kota Farhan mengakui kualitas pekerjaan sebelumnya tidak sesuai dengan harapan pemerintah. Karena itu, Pemkot Bandung memilih tidak terburu-buru membuka kembali salah satu ruang publik paling ikonik di pusat kota tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!