Agro Techno Park Badung Digenjot, Dari Lahan Jadi Sumber Cuan Inovatif
📅 Jumat, 19 Jun 2026, 21:55 WIB | Oleh: Tim PenulisBADUNG – Agropariwisata merupakan pengembangan sektor pertanian yang dipadukan dengan kegiatan pariwisata untuk menciptakan nilai tambah ekonomi di pedesaan.
Konsep ini tidak hanya menghadirkan pengalaman wisata berbasis alam dan aktivitas pertanian, tetapi juga membuka peluang diversifikasi pendapatan bagi petani melalui jasa wisata, edukasi, dan penjualan produk olahan.
Dari sisi ekonomi, agropariwisata berpotensi memperkuat rantai nilai lokal dan mendorong pemerataan pembangunan.
Namun, keberhasilannya bergantung pada kesiapan infrastruktur, kualitas pengelolaan, serta kemampuan masyarakat dalam menjaga keseimbangan antara produktivitas pertanian dan keberlanjutan lingkungan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung, Bali, berupaya memaksimalkan potensi kawasan Badung Agro Techno Park (ATP) guna meningkatkan sektor pertanian dan perkebunan setempat.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kami juga berencana menambah destinasi berbasis agro pariwisata di kawasan Badung Utara demi menjaga lahan pertanian dan memenuhi kebutuhan pangan,” ujar Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat meninjau ATP Badung, Jumat (19/6).
Ia mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk memetakan peningkatan kapasitas Agro Techno Park, sekaligus untuk membangkitkan sentra kopi berkualitas.
Bupati Adi Arnawa yang didampingi Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta melakukan penanaman demplot bawang merah dan bawang putih, serta panen kopi petik merah.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ini adalah salah satu langkah edukasi kami untuk memotivasi masyarakat tetap bertani, karena petani di Badung punya prospek yang bagus,” kata dia.
Ia menjelaskan Badung memiliki pasar yang sangat strategis dengan adanya industri pariwisata. Untuk itu pihaknya akan terus mengevaluasi perkembangan proses pembibitan, penanaman, termasuk panen di ATP Badung.
Sebagai embrio destinasi baru, pihaknya juga akan menyediakan wahana petualangan All-Terrain Vehicle (ATV) di kawasan ATP tersebut dan akan melakukan perbaikan di beberapa titik, sehingga nantinya kawasan itu benar-benar menjadi destinasi.
“Ujungnya, semua dalam rangka pengendalian inflasi di Badung. Kalau kopi di sini tepat, untuk komoditas pangan lain, misalnya bawang merah, bawang putih, di tempat lain kita buat sentra-sentra khusus,” ujar Bupati Adi Arnawa.
Kepala Dimas Pertanian dan Pangan Badung AA Ngurah Raka Sukadana menambahkan, ATP Badung memiliki kawasan seluas 14,87 hektare yang dibentuk sebagai pusat penerapan teknologi pertanian.
Komoditas utama di kawasan tersebut adalah kopi arabika dengan menerapkan prinsip Good Agriculture Practices (GAP).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!