Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Morowali Utara Dinilai Simbol Paradoks: Investasi Melejit, Infrastruktur Masih Tertinggal

📅 Rabu, 25 Feb 2026, 16:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Morowali Utara Dinilai Simbol Paradoks: Investasi Melejit, Infrastruktur Masih Tertinggal Doc: Istimewa
Ket. Pembenahan Jalan penghubung kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah dan kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

JAKARTA – Penyelesaian persoalan ketimpangan infrastruktur menjadi prasyarat utama untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Ketimpangan akses jalan, listrik, air bersih, pelabuhan, hingga jaringan digital tidak hanya memperlebar jarak antarwilayah, tetapi juga memperdalam kesenjangan produktivitas dan kualitas hidup masyarakat.

Wilayah dengan infrastruktur minim cenderung tertinggal dalam menarik investasi, mengembangkan UMKM, serta meningkatkan daya saing tenaga kerja.

Secara makro, ketimpangan infrastruktur memicu biaya logistik tinggi dan fragmentasi pasar domestik, yang pada akhirnya menekan efisiensi ekonomi nasional.

Karena itu, penyelesaiannya tidak cukup melalui pembangunan fisik semata, melainkan membutuhkan perencanaan berbasis data, prioritas yang tepat sasaran, serta sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan kondisi Morowali Utara, Sulawesi Tengah mencerminkan paradoks pembangunan yang harus segera ditangani secara serius dan terkoordinasi.

Karena itu, pihaknya menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong penyelesaian persoalan ketimpangan infrastruktur di kabupaten tersebut.

“Ini yang sering disebut sebagai paradoks Indonesia sekarang. Daerahnya kaya, kontribusinya besar, tetapi infrastrukturnya masih tertinggal. Itu tidak boleh dibiarkan dan harus diselesaikan. Bapak Bupati sudah jauh-jauh datang ke sini bersama perwakilan DPD (Dewan Perwakilan Daerah) yang paling tahu kondisi daerahnya. Kalau sudah seperti ini, poinnya jelas: kita selesaikan,” ungkapnya saat menerima jajaran anggota DPD RI Sulawesi Tengah dan Bupati Morowali Utara, dikutip dari keterangan resmi Bappenas di Jakarta, Rabu (25/2).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi menyampaikan bahwa daerahnya menyumbang sekitar Rp4 triliun per tahun ke negara dari pajak dan bea cukai, ditambah dari sektor tambang sehingga totalnya mencapai sekitar Rp10 triliun.

Kendati demikian, kontribusi besar terhadap pendapatan negara tersebut tak diimbangi dengan baiknya kualitas infrastruktur dasar, khususnya jalan. Tercatat, dari sekitar 800 kilometer jalan daerah, hanya sekitar 20 hingga 28 persen dalam kondisi baik, sementara sisanya rusak hingga rusak berat.

Kondisi itu dinilai menjadi salah satu faktor penghambat terlaksananya program prioritas pemerintah, sehingga infrastruktur menjadi fokus tugas yang harus segera ditangani karena dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan menghapus ketimpangan atas pemenuhan fasilitas dasar.

Menanggapi pernyataan Bupati Morowali Utara, Rachmat Pambudy menekankan pentingnya kesiapan perencanaan daerah agar program pembangunan dapat segera ditindaklanjuti.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal percepatan penanganan infrastruktur Morowali Utara guna mendukung pemerataan pembangunan serta optimalisasi potensi ekonomi dan ketahanan pangan di wilayah tersebut.

“Dari pihak kabupaten bersama Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) harus menyiapkan rencana yang mendekati persyaratan perencanaan nasional. Jangan sampai seperti pingpong, saling melempar,” ucap Kepala Bappenas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Pementasan prembon pada Pesta Kesenian Bali

24 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pementasan prembon pada Pes...

Upaya pengembangan komoditas hortikultura

24 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Upaya pengembangan komodita...

Tradisi pembuatan bubur Asyura

24 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan bubur Asyura

.Penindakan pakaian bekas impor ilegal

29 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
.Penindakan pakaian bekas i...
Nasional
Bakti kesehatan memperingat...

PT KAI: Pelanggan Kereta Imperial Naik 162,04 Persen

34 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
PT KAI: Pelanggan Kereta Im...
Ekonomi
Ekspor mobil produksi dalam...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.