Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

416 Kapal Nelayan Bangka Tengah Resmi Terverifikasi Penerima BBM Subsidi, Cek Datanya di Aplikasi Sampan.

📅 Jumat, 19 Jun 2026, 20:45 WIB | Oleh:
416 Kapal Nelayan Bangka Tengah Resmi Terverifikasi Penerima BBM Subsidi, Cek Datanya di Aplikasi Sampan. Doc: Antara Foto
Ket. Kepala Dinas Perikanan Bangka Tengah Imam Soehadi.

Sebanyak 416 unit kapal nelayan di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah terverifikasi sebagai penerima bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, berdasarkan data terbaru pada aplikasi armada perikanan "Sampan".

Kepala Dinas Perikanan Bangka Tengah Imam Soehadi di Koba, Jumat, mengatakan jumlah tersebut menunjukkan tingginya aktivitas perikanan tangkap di daerah itu sekaligus membuka peluang besar bagi pengembangan industri pendukung sektor perikanan, termasuk produksi perahu fiber.

"Berdasarkan aplikasi data armada terbaru bernama Sampan, hingga saat ini tercatat ada 416 unit kapal di Bangka Tengah yang terverifikasi berhak mengakses BBM rekomendasi nelayan," kata Imam saat kegiatan sosialisasi pengembangan usaha Koperasi Arung Sejahtera.

Ia menjelaskan kebutuhan armada nelayan selama ini masih bergantung pada pasokan dari luar daerah dan bahkan sebagian kapal harus dipesan hingga ke Pangkalpinang dan Cilacap.

Menurut dia, kehadiran produsen perahu fiber lokal yang dikembangkan Koperasi Arung Sejahtera dinilai mampu menjawab kebutuhan nelayan sekaligus memperkuat kemandirian sektor perikanan daerah.

"Sekarang kita punya produsen sendiri di Bangka Tengah dan hasil riset bersama IPB, produknya suda bagus secara estetika produk dan kualitas juga bagus," ujarnya.

Imam mengatakan pasar perahu fiber di Bangka Tengah masih sangat potensial mengingat ratusan armada nelayan yang beroperasi membutuhkan sarana penangkapan ikan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Ketua Koperasi Arung Sejahtera Zarian mengatakan pihaknya terus berupaya mengembangkan usaha yang sebelumnya hanya bergerak di bidang jual beli ikan hasil tangkapan nelayan.

Saat ini koperasi mulai merambah usaha pembuatan perahu fiber dan membutuhkan pendampingan terkait proses perizinan usaha, agar pengembangan bisnis dapat berjalan sesuai ketentuan.

"Kami berharap mendapat bimbingan terkait prosedur perizinan sehingga usaha pembuatan perahu fiber ini bisa berjalan lancar dan terus berkembang," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

45 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.