Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gajah Mada dan Panglima Soedirman Diusulkan Jadi Nama Kapal Induk RI

📅 Kamis, 18 Jun 2026, 13:35 WIB | Oleh:
Gajah Mada dan Panglima Soedirman Diusulkan Jadi Nama Kapal Induk RI Doc: antara foto
Ket. Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali di Gedung Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Cipulir, Jakarta Selatan, Kamis (18/6).

JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) mengusulkan dua nama pahlawan, yakni Gajah Mada dan Panglima Soedirman untuk menjadi nama kapal induk pertama Indonesia.

"Salah satu usulannya ada Gajah Mada, ada Panglima Soedirman," kata Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali saat ditemui awak media di Gedung Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Cipulir, Jakarta Selatan, Kamis (18/6).

Ali sendiri tidak menjelaskan secara rinci alasan TNI AL mengajukan nama dua pahlawan nasional itu.

Untuk diketahui Gajah Mada merupakan sosok Mahapatih sekaligus pahlawan perang era Kerajaan Majapahit. Salah satu yang membuat Gajah Mada dikenal banyak orang yakni mempelopori Sumpah Palapa yang dianggap menjadi konsep dasar dari persatuan Nusantara.

Sedangkan Soedirman merupakan tokoh besar yang berpengaruh dalam pergerakan kekuatan militer Indonesia selama masa penjajahan. Dia menjadi salah satu dari tiga jenderal di Indonesia yang mendapatkan penghargaan pangkat bintang lima.

Ali menyampaikan nama-nama itu nantinya akan diajukan ke Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin untuk disetujui.

Setelah nama ditentukan, nama tersebut akan disematkan secara simbolis ke kapal saat kapal tersebut datang pada 2026ini.

Untuk diketahui, kapal induk yang memiliki nama Giuseppe Garibaldi itu memiliki kesamaan dengan dua KRI baru milik TNI AL, yakni KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321, sama sama dibuat oleh perusahaan asal Italia Fincantieri.

Kapal induk dengan panjang 180,2 meter itu dilengkapi dengan mesin penggerak super yang dapat menggerakkan kapal dengan kecepatan 30 knot atau 56 kilometer per jam.

Kapal pengangkut pesawat tempur tersebut juga dilengkapi beberapa radar jamming hingga senjata seperti peluncur Oktupel Mk.29 untuk rudal antipesawat sea sparrow/selenia aspide, Oto Melara Kembar 40L70 DARDO, 324 mm tabung torpedo rangkap tiga, dan Otomat Mk 2 SSM.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pameran Batik Jadi Pilihan ...
Luar Negeri
Ilmuwan Ungkap Gletser Swis...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.