Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Banten Percepat Pembangunan PLTS Komunal di Pulau Tunda, Warga Segera Nikmati Listrik 24 Jam.

📅 Jumat, 19 Jun 2026, 20:56 WIB | Oleh:
Pemprov Banten Percepat Pembangunan PLTS Komunal di Pulau Tunda, Warga Segera Nikmati Listrik 24 Jam. Doc: Antara Foto
Ket. Suasana di Pulau Tunda, Kabupaten Serang, Banten.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mempercepat penyelesaian administrasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal di Pulau Tunda, Kabupaten Serang, guna memastikan masyarakat kepulauan tersebut dapat segera menikmati layanan listrik 24 jam.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten, Ari James Faraddy, di Serang, Jumat, mengatakan bahwa selama ini warga Pulau Tunda sangat bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

"Warga hanya bisa menikmati listrik 6 sampai 8 jam sehari karena mengandalkan PLTD yang bahan bakarnya sulit didapat dan harganya mahal. Karena itu, kita terus berusaha memasukkan listrik PT PLN ke Pulau Tunda," kata Ari.

Upaya menghadirkan layanan listrik yang memadai tersebut sebenarnya telah diperjuangkan sejak tahun 2024 melalui koordinasi dengan Kementerian ESDM dan PT PLN (Persero). Usulan ini kemudian berhasil masuk ke dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN dengan target eksekusi pada 2026.

Namun, angin segar datang karena proyek berkapasitas 150 kilowatt peak (kWp) itu berpeluang direalisasikan lebih awal melalui dukungan pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan dari Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM.

"Alhamdulillah perjuangan kita masuk ke Anggaran Perubahan APBN. Nanti akan ada pembangunan untuk listrik desa (lisdes) dan juga PLTS," jelas Ari.

Sebagai syarat pencairan anggaran, pemerintah pusat memberi tenggat waktu empat bulan bagi pemerintah daerah untuk menuntaskan legalitas lahan agar statusnya benar-benar bersih dan jelas (clean and clear), sehingga anggaran tidak dialihkan ke wilayah lain.

Merespons tenggat waktu tersebut, Pemprov Banten langsung bergerak cepat menggelar rapat koordinasi dengan aparat desa dan tokoh masyarakat setempat. Hasilnya, warga memberikan dukungan penuh terhadap proyek infrastruktur tersebut.

"Alhamdulillah disambut baik oleh warga. Bahkan, ada salah satu warga Pulau Tunda yang bersedia menghibahkan lahan nya untuk dibangun PLTS di sana," ungkapnya.

Saat ini, pemerintah daerah tengah memproses penerbitan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sebagai syarat administrasi utama. Pemprov Banten menargetkan seluruh dokumen legalitas lahan dapat rampung pada awal Agustus mendatang.

Jika administrasi ini tuntas, pengerjaan fisik yang Detail Engineering Design (DED)-nya telah disiapkan secara matang oleh pihak PLN ditargetkan dapat langsung dimulai pada Oktober tahun ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.