Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Hari Ini Terkoreksi, Pasar Cerna Sinyal Terbaru dari Bank Indonesia

📅 Jumat, 19 Jun 2026, 17:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Terkoreksi, Pasar Cerna Sinyal Terbaru dari Bank Indonesia Doc: ANTARA FOTO/ Hasrul Said
Ket. Ilustrasi - Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Haji La Tunrung, Makassar, Sulawesi Selatan.

JAKARTA – Keputusan suku bunga Bank Indonesia menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan rupiah di pasar keuangan.

Pelemahan rupiah terjadi karena pelaku pasar merespons arah kebijakan moneter BI dan menyesuaikan ekspektasi terhadap imbal hasil aset domestik.

Jika pasar menilai kebijakan yang diambil belum cukup kuat untuk menarik aliran modal asing atau meredam tekanan eksternal, maka permintaan terhadap dolar AS cenderung meningkat sehingga menekan nilai tukar rupiah.

Di sisi lain, sentimen global seperti arah suku bunga Amerika Serikat dan dinamika geopolitik tetap menjadi faktor yang memperkuat respons pasar terhadap keputusan BI tersebut.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Jumat (19/6) sore melemah 10 poin atau 0,06 persen menjadi Rp17.804 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.794 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa mengatakan pergerakan rupiah masih dipengaruhi respons pasar terhadap keputusan Bank Indonesia (BI) yang kembali menaikkan BI-rate sebesar 25 basis points (bps) menjadi 5,75 persen.

“Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global sekaligus menjaga inflasi tetap berada dalam kisaran sasaran yang telah ditetapkan,” ucapnya di Jakarta, Jumat (19/6).

Kenaikan suku bunga acuan tersebut dinilai memberikan sentimen positif bagi rupiah karena berpotensi meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik dan mendorong masuknya aliran modal asing. Langkah ini juga menunjukkan komitmen BI dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.

Sejak Mei 2026, BI telah menaikkan BI-Rate secara bertahap dengan total kenaikan mencapai 100 basis poin, sehingga membawa suku bunga acuan kembali ke level 5,75 persen, level yang terakhir kali tercapai pada April 2025.

Melihat dari sisi global, sentimen pasar cenderung membaik setelah muncul perkembangan positif di Timur Tengah. Kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz disebut berhasil meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global. Kondisi tersebut turut mendorong harga minyak dunia bergerak lebih rendah.

“Bagi Indonesia yang masih mengimpor minyak, penurunan harga energi dapat membantu mengurangi tekanan terhadap kebutuhan devisa dan neraca perdagangan, sehingga memberikan dukungan bagi pergerakan rupiah,” ungkap Amru.

Kendati demikian, ruang penguatan rupiah diperkirakan masih terbatas. Dia menerangkan bahwa AS tetap bertahan kuat seiring sikap Federal Reserve yang masih memberikan sinyal bahwa suku bunga berpotensi dipertahankan pada level tinggi dalam jangka waktu lebih lama.

Kondisi tersebut menjaga daya tarik aset berbasis dolar AS dan membuat investor global tetap berhati-hati terhadap aset negara berkembang.

Selain itu, lanjut Amru, pelaku pasar juga masih mencermati perkembangan terbaru di Timur Tengah karena setiap potensi pelanggaran kesepakatan atau meningkatnya kembali ketegangan geopolitik dapat memicu volatilitas harga minyak dan mendorong permintaan terhadap aset safe haven.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.