Kualitas Belanja Negara Harus Terukur
📅 Kamis, 04 Jan 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiData lain adalah sumbangan konsumsi rumah tangga terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang masih di angka 58 persen yang berakibat Indonesia susah untuk tumbuh tinggi karena tidak bisa memanfaatkan momentum tertentu dari investasi dan perdagangan internasional.
Meskipun harus diakui ada sisi positifnya yakni relatif lebih tahan terhadap guncangan internasional. Sebagai pembanding, Korea Selatan dan Singapura yang pertumbuhannya ditopang oleh investasi dan perdagangan internasional, memang sangat rentan terhadap goncangan internasional. Namun, ekonomi mereka juga bisa tumbuh lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan Indonesia.
"Artinya, yang kita butuhkan adalah government expenditure yang lebih banyak belanja modal dan investasi agar kita bisa tumbuh lebih tinggi dari saat ini yang mengandalkan konsumsi masyarakat," kata Tauhid.
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, mengakui kalau kecenderungan akselerasi belanja negara pada akhir tahun trennya kembali terulang setiap tahun. Hal itu karena belanja negara cenderung dioptimalkan penyerapannya di akhir tahun.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!