Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

GIFT Disiapkan Jadi Magnet, Bappenas Incar Miliaran Dolar Investasi Hijau

📅 Kamis, 04 Jun 2026, 22:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
GIFT Disiapkan Jadi Magnet, Bappenas Incar Miliaran Dolar Investasi Hijau Doc: ANTARA/ HO-PLN.
Ket. Ilustrasi - Pengembangan hidrogen hijau.

JAKARTA – Investasi hijau semakin menjadi fokus dalam strategi pembangunan karena mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.

Investasi ini mencakup berbagai sektor, mulai dari energi terbarukan, transportasi rendah emisi, hingga pengelolaan sumber daya yang lebih efisien.

Selain membantu mencapai target pengurangan emisi karbon, investasi hijau juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan daya saing industri, dan menarik minat investor global yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan.

Namun, keberhasilannya memerlukan kepastian regulasi, insentif yang memadai, serta dukungan pembiayaan yang kuat agar proyek-proyek hijau dapat berkembang secara optimal.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/ Bappenas) Rachmat Pambudy menargetkan kerja sama Green Indonesia Future Initiative (GIFT) dapat membawa masuk investasi hijau senilai 2 miliar dolar AS hingga 2030.

Ia mengatakan, peluncuran inisiatif kerja sama antara Bappenas dan Global Green Growth Institute (GGGI) tersebut bertujuan untuk mendukung ekonomi hijau (green economy), pekerjaan hijau (green jobs), hingga pembangunan berbasis lingkungan hidup di Indonesia.

“Iklim yang sedang berubah sekarang ini akan membutuhkan model pembangunan baru di mana pembangunan hijau tidak bisa dipandang sebelah mata,” kata Rachmat Pambudy dalam Peresmian Green Indonesia Future Initiative di Jakarta, Kamis (4/6).

Inisiatif GIFT merupakah tahap keempat dalam rangkaian kerja sama yang terjalin antara Bappenas dan GGGI. Fase pertama kolaborasi antara kedua lembaga tersebut berlangsung pada 2013 hingga 2015 dengan fokus pada integrasi pertumbuhan hijau melalui hibah GGGI.

Fase selanjutnya diimplementasikan pada 2016-2020 untuk mendorong investasi hijau di sektor energi, lahan dan hutan, serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) melalui dukungan teknis dan pengarusutamaan (mainstreaming) penggunaan energi terbarukan.

Fase ketiga berjalan pada 2021 hingga 2025 untuk memperkuat kebijakan, akses pendanaan, dan kapasitas nasional serta mendorong ambisi pertumbuhan hijau melalui investasi hijau di sektor energi terbarukan, kota hijau dan KEK, lanskap berkelanjutan, hingga keuangan hijau.

Sementara itu, inisiatif GIFT dilaksanakan berdasarkan kerangka GGGI Indonesia Country Planning Framework (CPF) 2026-2030 dengan fokus pada investasi hijau, aksi iklim, carbon pricing, kehutanan berkelanjutan, ekonomi biru dan pesisir, energi berkelanjutan, mobilitas berkelanjutan, serta bangunan dan industri hijau.

Rachmat menuturkan, program GIFT menggeser arah kerja sama Bappenas dan GGGI dari tahap konsolidasi menuju percepatan dampak pembangunan. Target investasi sebesar 2 miliar dolar AS setara dengan dua kali lipat total capaian investasi dari seluruh fase kolaborasi sebelumnya.

Untuk mencapai target tersebut, pihaknya akan menyelaraskan kebutuhan pembangunan nasional Indonesia dengan dinamika pembiayaan dan prioritas regional melalui pendekatan demand-driven serta kemitraan jangka panjang.

Inisiatif tersebut juga dirancang untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat kerja sama pembangunan hijau di kawasan Asia Tenggara dan menjadi ruang pembelajaran bagi negara berkembang lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
KADIN Sebut Stabilitas Ekonomi Indonesia Jadi Modal Hadapi Kondisi Global

KADIN Sebut Stabilitas Ekonomi Indonesia Jadi Modal Hadapi Kondisi Global

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.