Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BKKBN Sulsel Imbau Lansia Manfaatkan Aplikasi Keren Ini

📅 Minggu, 03 Des 2023, 01:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
BKKBN Sulsel Imbau Lansia Manfaatkan Aplikasi Keren Ini Doc: Antara/HO-BKKBN Sulsel
Ket. Suasana disela peresmian Sekolah Lansia di Kota Palopo yang disambut positif oleh para Lansia di Palopo.

Palopo - Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan Shodiqin mengimbau para lanjut usia (lansia) memanfaatkan aplikasi Go Lantang atau Go Lansia Tangguh.

"Pemanfaatan aplikasi Go Lantang ini sejalan dengan Sekolah Lansia yang nanti akan ada pertemuan sebanyak 12 kali dengan materi dan modul yang telah disusun oleh BKKBN Pusat" kata Shodiqin di Kota Palopo, Sabtu.

Dia mengatakan, aplikasi ini memiliki materi yang sangat ringan dan dikemas menarik bagi lansia, seperti pengasuhan dan perawatan lansia dan senam lansia.

Dengan memanfaatkan aplikasi Go Lantang (Go Lansia Tangguh) 7 dimensi lansia tangguh dan perawatan jangka panjang bagi lansia diharapkan tercapai.

Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Kota Palopo, Isnanda Hikma mengatakan, dengan memanfaatkan aplikasi Go Lantang itu diharapkan dapat mendorong terwujudnya lansia tangguh di Kota Palopo yaitu sehat, mandiri dan produktif.

"Kami berharap penerapan aplikasi Go Lantang dan adanya Sekolah Lansia ini bisa menjadi upaya kita bersama agar lansia yang ada di Kota Palopo bisa sehat dan mandiri serta dapat dikembangkan ke seluruh wilayah Kota Palopo," ujar Hikma.

Kepala DPPKB Kota Palopo, Samsul Saide mengatakan program Sekolah Lansia merupakan program khusus dari BKKBN dengan target tahun 2023 setiap kabupaten membuat satu sekolah lansia.
.
"Kami memilih Kecamatan Bara, karena kami melihat pemerintah kecamatan sangat proaktif dalam pemberdayaan lansia, dimana telah terbentuk kelompok lansia sehingga tinggal mengintegrasikan dengan Sekolah Lansia yang nantinya dapat lebih berkembang baik dengan pembelajaran dan modul yang ada di BKKBN," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Samsul mengatakan angka stunting di Kota Palopo masih cukup tinggi yaitu 23,8 persen masih jauh dari target nasional yaitu 14 persen di tahun 2024, meski demikian telah berada di bawah angka rata-rata Sulawesi Selatan yaitu 27,2 persen.
.
"Kami berharap lewat keterlibatan lansia dalam pengasuhan anak, angka stunting di Kota Palopo dapat kita turunkan bersama sesuai target 14 persen di tahun 2024, bahkan mencapai target Pj Gubernur dan Pj Walikota zero stunting," ujar Samsul.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

55 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.