Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rusia Memuat Rudal Hipersonik Nuklir Antar Benua Ke Dalam Silo Peluncuran

📅 Jumat, 17 Nov 2023, 13:53 WIB | Oleh:
Rusia Memuat Rudal Hipersonik Nuklir Antar Benua Ke Dalam Silo Peluncuran Doc: Istimewa
Ket. Sebuah rudal balistik antarbenua yang dilengkapi dengan kendaraan luncur hipersonik "Avangard" berkemampuan nuklir diangkat ke silo peluncurannya di wilayah Orenburg, Rusia, dalam gambar ini diambil dari video yang dirilis pada 16 November 2023.

MOSKOW - Kementerian Pertahanan Rusia pada Kamis (16/11) menyiarkan gambar satuan roket negara itu tengah memuat rudal balistik antarbenua yang dilengkapi dengan kendaraan luncur hipersonik berkemampuan nuklir "Avangard" ke dalam silo peluncuran di Rusia selatan.

Dikutip dari Reuters, Presiden Vladimir Putin telah mengumumkan keberadaan kendaraan luncur hipersonik Avangard pada 2018, dengan mengatakan bahwa itu adalah respons terhadap pengembangan senjata generasi baru dan sistem pertahanan rudal AS yang dapat ditembusnya.

Saat mendekati sasarannya, Avangard akan terlepas dari roket dan mampu bermanuver secara tajam di luar lintasan roket dengan kecepatan hipersonik hingga 27 kali kecepatan suara (sekitar 21.000 mil per jam atau 34.000 kilometer per jam).

Saluran televisi 'Zvezda' milik Kementerian Pertahanan Rusia menunjukkan sebuah rudal balistik diangkut ke silo peluncuran, perlahan-lahan diangkat ke posisi vertikal dan kemudian diturunkan ke sebuah poros di wilayah Orenburg dekat Kazakhstan.

Rusia memasang rudal pertama yang dilengkapi Avangard pada 2019 di fasilitas Orenburg yang sama.

Rusia dan Amerika Serikat, yang sejauh ini merupakan negara dengan kekuatan nuklir terbesar, sama-sama menyatakan penyesalan atas disintegrasi terus-menerus dalam perjanjian pengendalian senjata yang berupaya memperlambat perlombaan senjata Perang Dingin dan mengurangi risiko perang nuklir.

Namun Amerika Serikat, Rusia dan Tiongkok sedang mengembangkan serangkaian sistem senjata baru, termasuk sistem senjata hipersonik.

Amerika Serikat menganggap Tiongkok sebagai pesaing terbesarnya dan Rusia sebagai ancaman negara terbesarnya, sementara Presiden AS, Joe Biden, berpendapat bahwa abad ini akan ditentukan oleh persaingan eksistensial antara negara demokrasi dan otokrasi.

Rusia mengatakan dominasi Amerika Serikat pasca-Perang Dingin sedang runtuh dan bahwa Washington selama bertahun-tahun telah menyebarkan kekacauan di seluruh dunia sambil mengabaikan kepentingan negara-negara lain.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Nasional
Penajam Siapkan  Kawasan In...

TNI Diharapkan Makin Profesional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
TNI Diharapkan Makin Profes...
Nasional
Parasut Statik Satria 402 K...
Advertisement
Drama VAR dan Penalti, Atletico Madrid Pecundangi Real Madrid di Laga Derby Membara!

Drama VAR dan Penalti, Atletico Madrid Pecundangi Real Madrid di Laga Derby Membara!

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.