Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

2023, Produksi Beras Dunia Diproyeksi Susut karena Cuaca Ekstrem

📅 Selasa, 23 Mei 2023, 01:24 WIB | Oleh:

"Mereka harus beradaptasi. Kalau tidak, mereka tidak bisa hidup," kata Pham Tan Dao, Kepala Irigasi Soc Trang, provinsi pesisir di Vietnam, salah satu wilayah penghasil beras terbesar di dunia.

Di Tiongkok, sebuah penelitian menemukan bahwa curah hujan yang ekstrem telah mengurangi hasil panen padi selama 20 tahun terakhir.

India juga membatasi ekspor beras karena khawatir produksi mereka tidak akan cukup untuk memberi makan rakyatnya sendiri. Di Pakistan, panas dan banjir menghancurkan panen, sementara di California, AS, kekeringan panjang menyebabkan banyak petani mengosongkan ladang mereka.

Di seluruh dunia, produksi beras diproyeksikan menyusut pada 2023, sebagian besar karena cuaca ekstrem.

Vietnam saat ini sedang mempersiapkan untuk menghentikan produksi hampir 101.171 hektare lahan di Delta Mekong, sentra beras negara itu. Perubahan iklim sebagian penyebabnya, tapi juga bendungan di hulu Sungai Mekong yang menyumbat aliran air bersih.

Beberapa tahun, ketika hujan tidak seberapa, petani bahkan tidak menanam padi seperti sebelumnya, atau mereka beralih ke budi daya udang, yang mahal dan dapat semakin merusak tanah.

Tantangan sekarang berbeda dengan 50 tahun lalu. Padahal, dunia perlu menghasilkan lebih banyak beras untuk mencegah kelaparan. Benih hibrida hasil tinggi, ditanam dengan pupuk kimia.

Di Delta Mekong, para petani terus menghasilkan dengan panen tiga kali setahun untuk memberi makan jutaan orang di dalam dan luar negeri. Sistem produksi intensif itu telah menciptakan masalah baru di seluruh dunia karena menghabiskan akuifer, yang mendorong penggunaan pupuk, mengurangi keragaman bibit padi yang ditanam, dan mencemari udara dengan asap dari tunggul padi yang terbakar.

Selain itu, ada perubahan iklim yang telah mengubah ritme sinar matahari dan hujan yang menjadi tempat bergantung padi.

Hal yang mungkin paling mengkhawatirkan karena nasi dimakan setiap hari oleh beberapa orang termiskin di dunia, sementara konsentrasi karbon dioksida yang tinggi di atmosfer menghabiskan nutrisi di setiap butir.

Di tempat lain, petani harus mengubah kalender mereka untuk menanam beras dan biji-bijian pokok lainnya atas bantuan para ilmuwan. Tim peneliti di laboratorium milik Argelia Lorence dipenuhi dengan 310 jenis benih beras yang berbeda.

Banyak yang kuno, jarang tumbuh sekarang. Tapi, mereka memiliki kekuatan genetik super yang coba ditemukan oleh Lorence, seorang ahli biokimia tanaman di Arkansas State University, terutama yang memungkinkan tanaman padi bertahan hidup di malam yang panas, salah satu bahaya perubahan iklim yang paling akut.

Lorence adalah salah satu pasukan pemulia padi yang mengembangkan varietas baru untuk planet yang lebih panas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Digitalisasi Masif! Kota Cirebon Kuasai Transaksi QRIS di Kawasan Ciayumajakuning

Digitalisasi Masif! Kota Cirebon Kuasai Transaksi QRIS di Kawasan Ciayumajakuning

11 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.