Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Indonesia Terus Komunikasi dengan Iran

📅 Jumat, 12 Jun 2026, 10:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Indonesia Terus Komunikasi dengan Iran Doc: ANTARA
Ket. Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno berbicara dengan wartawan usai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

JAKARTA - Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno mengatakan komunikasi antara Indonesia dan Iran terus berlangsung untuk mencari solusi bagi dua kapal tanker Pertamina yang masih tertahan di sekitar Selat Hormuz.

"Hubungan dengan otoritas pemerintah kita lakukan, diskusi dengan pemerintah Iran masih kita lanjutkan," kata Havas usai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (11/6).

Dua kapal tanker yang dioperasikan PT Pertamina International Shipping (PIS), yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, hingga kini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz akibat ketegangan yang berlangsung di kawasan itu.

Menurut Havas, perkembangan upaya tersebut sangat bergantung pada situasi keamanan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

"Kalau kondisi politiknya memanas, eskalasi, ya kita harus wait and see, terpaksa," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa faktor asuransi menjadi salah satu kendala utama karena banyak perusahaan asuransi enggan menanggung risiko kapal yang melintasi Selat Hormuz di tengah ketegangan kawasan.

Menurut dia, perusahaan asuransi masih bersedia memberikan perlindungan saat kapal berada di lokasi yang relatif aman, tetapi menolak menanggung risiko ketika kapal memasuki wilayah yang dianggap berbahaya.

Selain asuransi, keputusan pelayaran juga bergantung pada pertimbangan nakhoda serta persetujuan pemilik kargo yang mengutamakan keselamatan awak kapal dan muatan.

"Banyak sekali elemen yang harus selaras. Jadi bukan hanya soal jaminan dari otoritas negara saja karena semuanya harus selaras," kata Havas.

Pada 22 April, Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan negosiasi terkait dua kapal Pertamina tersebut masih berlangsung.

Ia mengatakan proses penyelesaian menjadi kompleks karena situasi internal di Iran.

"Kadang-kadang apa yang menjadi policy dari atas itu tidak serta-merta bisa diimplementasikan di lapangannya. Itu yang sedang dicari penyelesaiannya seperti apa," kata Sugiono.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Olahraga
Alexander Zverev jadi Peten...
Advertisement
KPK OTT ke-22 Tahun 2026 di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan

KPK OTT ke-22 Tahun 2026 di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.