Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Peneliti ITS Rancang Drone Pembersih Sampah di Laut

📅 Jumat, 12 Jun 2026, 00:01 WIB | Oleh:
Peneliti ITS Rancang Drone Pembersih Sampah di Laut Doc: Istimewa
Ket. Rektor ITS Bambang Pramujati (berjas) bersama tim peneliti Kapal Pembersih Sampah Tanpa Awak melakukan uji coba kapal di danau Infinits ITS

SURABAYA - Permasalahan sampah di perairan Indonesia masih terus mengancam keselamatan biota laut. Menjawab permasalahan tersebut, dosen Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dr Hasanudin ST MT bersama tim penelitiannya mengembangkan inovasi kapal pembersih sampah tanpa awak. 

Rektor ITS,Bambang Pramujati,  mengemukakan bahwa permasalahan sampah harus menjadi perhatian bagi peneliti atau akademisi juga. Bukan hanya menjadi konsen bagi pemerintah ataupun pemerhati lingkungan. Perancangan kapal pembersih sampah ini menjadi bentuk pengaplikasian ilmu dengan permasalahan di masyarakat. “Jadi ini teknologinya sederhana tapi insya Allah manfaatnya besar, sehingga itu sesuai dengan cita-cita kami (ITS) sebagai kampus yang berdampak,” tutur Bambang saat launching kapal pembersih sampah tanpa awak tersebut di Amphitheatre InfinITS, Kamis (11/6) sore.

Peneliti yang biasa disapa Hasan tersebut menyampaikan bahwa perancangan kapal ini bertujuan untuk menjawab kekhawatiran atas tingginya pencemaran mikroplastik pada ekosistem laut, terutama di daerah pesisir. “Sampah kiriman di wilayah pesisir menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan hayati, jika tidak ditangani segera, ekosistem laut kita jadi taruhan,” tutur dosen dengan bidang keahlian Desain Kapal tersebut. 

Kapal pembersih ini mengedepankan prinsip kesederhanaan desain agar mudah dioperasikan dan dirawat oleh masyarakat lokal. Selain itu, kapal ini menggunakan lambung ganda untuk stabilitas operasional yang optimal. “Kami sengaja mendesain sistem yang sederhana namun kuat, karena memang ditargetkan untuk masyarakat pesisir,” papar alumnus S1 Teknik Perkapalan ITS yang bertindak sebagai ketua tim penelitian dari FTK tersebut.

Lebih lanjut, bagian depan kapal dibuat sirip pengatur yang berfungsi mengarahkan sampah menuju keranjang penampung di bagian tengah kapal saat armada bergerak maju. Sistem kendali kapal juga memanfaatkan remote control yang dapat dioperasikan dari jarak 1 kilometer. Selain itu juga untuk efisiensi operasional, sehingga tidak memerlukan biaya perawatan sensor yang tinggi. “Kadang teknologi yang terlalu canggih sering kali mangkrak karena biaya perawatan tinggi dan minimnya tenaga ahli di pesisir,” ungkap Hasan

Inovasi yang didanai melalui program hilirisasi Dikti dan LPDP ini, terus dilakukan pengembangan pada sistem unitnya. Hingga kini, Hasan dan timnya telah mengembangkan dua unit baru yang telah diuji coba di pesisir Bali, baru-baru ini. Hasan mengungkapkan bahwa dua unit baru ini memiliki panjang 8 meter, sehingga lebih tangguh menghadapi gelombang laut terbuka.

Menariknya, kedua kapal baru tersebut telah dikirim dan dilakukan uji coba implementasi di kawasan wisata Bali serta Kalimantan melalui kerja sama strategis antara Science Techno Park (STP) Maritim atau Nasdec ITS dengan PT Pertamina (Persero). Kapal versi terbaru ini juga disematkan berbagai fitur mutakhir.  “Kami lengkapi dengan alat pencacah sampah, sistem pemantauan kamera CCTV, serta suplai energi ramah lingkungan berbasis panel surya,” jelas Hasan. 

Sang inovator memastikan bahwa aspek kesiapan masyarakat lokal akan dipersiapkan melalui kolaborasi dengan organisasi komunitas di area pesisir Bali. Hasan bersama tim ahli membuat kelengkapan dokumen SOP serta serah terima yang jelas, sehingga inovasi ini benar-benar membawa dampak berkelanjutan untuk menjaga laut.

Pada jangka panjang, tim FTK ITS juga merencanakan integrasi akal imitasi (AI) berbasis Internet of Things (IoT) untuk mendeteksi area kepadatan sampah secara otomatis. Hasan ingin teknologi kemaritiman yang dicanangkannya tersebut memiliki nilai berkelanjutan di masyarakat. 

Inovasi kapal pembersih sampah FTK ITS ini pun diharapkan mampu menjadi pemantik terbentuknya kolaborasi yang lebih luas. Tidak hanya antara akademisi, namun juga bisa melibatkan pihak industri dan masyarakat dalam menjaga kedaulatan serta kebersihan maritim Indonesia. 

Inovasi berdampak luas ini sejalan dengan cita-cita yang tercantum dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Mulai dari SDGs poin ke-6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak, serta poin ke-14 mengenai Ekosistem Lautan. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Meksiko Pilih Tak Balas Tarif Baru Trump

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Meksiko Pilih Tak Balas Tar...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...
  • Piala Dunia 2026: Kapten Timnas Spanyol Rodri Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik
    Preview komentar:
Penyelamat Wajah Indonesia! Fajar/Fikri Sabet Gelar Juara China Open 2026 Lewat Drama Rubber Game

Penyelamat Wajah Indonesia! Fajar/Fikri Sabet Gelar Juara China Open 2026 Lewat Drama Rubber Game

26 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.