Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Skandal Pemilu Tekan Popularitas Lee

📅 Jumat, 12 Jun 2026, 06:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Skandal Pemilu Tekan Popularitas Lee Doc: AFP/Matthew Hatcher
Ket. Lee Jae-myung

Seoul – Tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Korea Selatan (Korsel), Lee Jae-myung, turun menjadi 57 persen setelah pemerintah terseret dampak skandal kekurangan surat suara dalam pemilu lokal yang digelar pada 3 Juni lalu. Hal itu terungkap dalam hasil survei National Barometer Survey (NBS) yang dirilis pada Kamis (11/6).

Sebanyak 57 persen responden menilai kinerja Lee secara positif, turun sembilan poin persentase dibandingkan survei sebelumnya yang dilakukan pada pekan ketiga Mei. Saat itu, tingkat kepuasan terhadap presiden tercatat mencapai 66 persen.

Di sisi lain, penilaian negatif terhadap Lee meningkat sembilan poin persentase menjadi 33 persen.

Dukungan terhadap partai berkuasa, Democratic Party of Korea, juga mengalami penurunan. Tingkat dukungan partai tersebut tercatat sebesar 41 persen, turun empat poin persentase dibandingkan survei sebelumnya. Sebaliknya, dukungan terhadap partai oposisi utama, People Power Party, naik lima poin persentase menjadi 25 persen.

Survei dilakukan pada 8–10 Juni oleh Embrain Public, Kstat Research, Korea Research, dan Hankook Research terhadap 1.001 warga Korea Selatan yang telah berusia dewasa. Survei memiliki margin kesalahan sebesar 3,1 poin persentase pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Dalam pemilu lokal pekan lalu, Partai Demokrat berhasil memenangkan 12 dari 16 pemilihan utama untuk jabatan wali kota dan gubernur provinsi. Namun, partai tersebut gagal merebut sejumlah posisi strategis, termasuk kursi Wali Kota Seoul dan pemilihan sela di Busan.

Penurunan tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Lee terjadi di tengah mencuatnya skandal kekurangan surat suara yang mewarnai pemilu lokal 3 Juni.

Menurut National Election Commission (NEC), proses pemungutan suara sempat dihentikan sementara di 26 tempat pemungutan suara di berbagai wilayah, dengan sebagian besar insiden terjadi di Distrik Songpa, Seoul.

Kasus tersebut memicu kritik luas terhadap penyelenggaraan pemilu dan berujung pada pengunduran diri Ketua NEC, Rho Tae-ak. Sejumlah aksi protes juga berlangsung selama beberapa hari di pusat penghitungan suara Distrik Songpa.

Para demonstran menuntut hasil pemilu dinyatakan tidak sah dan meminta dilakukan pemungutan suara ulang. Menindaklanjuti polemik tersebut, kepolisian menggeledah kantor NEC serta sejumlah kantor cabangnya untuk menyelidiki dugaan pelanggaran hukum pemilu dan kelalaian administratif.

Penyidik kini masih menelusuri penyebab terjadinya kekurangan surat suara yang memicu kontroversi tersebut.

Pemerintah Korea Selatan bersama otoritas terkait telah menyepakati penyusunan reformasi besar-besaran terhadap sistem penyelenggaraan pemilu guna mencegah insiden serupa terulang pada masa mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.