Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Daewoong dan Ikatan Apoteker Indonesia Teken MOU, Perkuat Kerja Sama Strategis Korea Selatan-Indonesia.

📅 Jumat, 12 Jun 2026, 10:30 WIB | Oleh:
Daewoong dan Ikatan Apoteker Indonesia Teken MOU, Perkuat Kerja Sama Strategis Korea Selatan-Indonesia. Doc: Daewoong
Ket. Lilik Yusuf Indrajaya, Sekretaris Jenderal Ikatan Apoteker Indonesia (kiri), dan Eunkyeong Park, Kepala Divisi Consumer Healthcare Daewoong Pharmaceutical, menandatangani Nota Kesepahaman (MOU).

Daewoong Pharmaceutical Indonesia (selanjutnya disebut 'Daewoong') mengumumkan pada 8 Juni 2026 bahwa pihaknya telah menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Kerja sama ini bertujuan membangun fondasi jangka panjang untuk meningkatkan kompetensi apoteker dalam negeri sekaligus mendorong kemajuan kesehatan masyarakat. Kedua organisasi sepakat untuk berkolaborasi dalam empat bidang utama, yakni pendidikan dan peningkatan keahlian apoteker, kolaborasi akademik dan kelompok ahli, kesehatan masyarakat dan manajemen penyakit, serta lokalisasi produk farmasi dan pengembangan model layanan kesehatan.

Daewoong dan IAI akan menyelenggarakan program pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan apoteker dalam negeri. Program ini berfokus pada tren farmasi terkini dan manajemen penyakit, sehingga para apoteker dapat memberikan konseling obat yang lebih berorientasi pada pasien. Kegiatan akan digelar secara rutin, baik melalui webinar online skala nasional maupun simposium offline di berbagai daerah. Capaian kerja sama dan konten kesehatan juga akan disebarluaskan melalui situs resmi dan media sosial kedua pihak.

Selain itu, keduanya akan membentuk kelompok penasihat ahli apoteker dalam negeri yang bertugas memberikan masukan terkait strategi dan perencanaan produk yang sesuai dengan karakteristik konsumen Indonesia. Melalui kelompok ini, Daewoong berencana melokalisasi berbagai produk premiumnya seperti Easyderm, Impactamin, dan Easy End 6, agar lebih cocok dengan iklim, budaya, dan kebiasaan konsumen setempat. Masukan dari para pakar dalam negeri akan langsung diintegrasikan ke dalam tahap perencanaan produk dan strategi pemasaran. Ke depan, perusahaan ingin menghadirkan model layanan kesehatan yang benar-benar membumi, di mana informasi kesehatan yang disampaikan kepada masyarakat bersumber dari perspektif para ahli di lapangan.

Melalui kolaborasi ini, Daewoong menargetkan peningkatan kepercayaan konsumen Indonesia, penguatan daya saing produk, dan pada akhirnya meraih posisi pertama di pasar obat bebas (OTC) Indonesia pada tahun 2030.

Eunkyeong Park, Kepala Divisi Consumer Healthcare Daewoong Pharmaceutical, menyampaikan, "Perjanjian ini menjadi langkah penting bagi para ahli farmasi dari Korea Selatan dan Indonesia untuk saling belajar dan berkembang bersama, sekaligus membangun kemitraan jangka panjang demi kemajuan kesehatan masyarakat." Ia juga menegaskan, "Daewoong tidak ingin sekadar berbagi pengalaman secara searah. Apoteker di kedua negara dapat tumbuh secara berkelanjutan.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.