Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hadapi Krisis Pangan Global, Kementan Intervensi Teknologi Mekanisasi Pertanian

📅 Jumat, 27 Jan 2023, 14:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hadapi Krisis Pangan Global, Kementan Intervensi Teknologi Mekanisasi Pertanian Doc: ANTARA/HO-Kementerian Pertanian
Ket. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat menghadiri Rapat Kerja (Raker) Teknis Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Tahun 2023 di Jakarta, Kamis (26/1/2023).

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) bersiap melakukan intervensi teknologi mekanisasi pertanian guna menghadapi potensi krisis pangan global.

"Intervensi teknologi mekanisasi sangat penting dalam meningkatkan produksi pangan nasional," ungkap Mentan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (27/1).

Mentan Syahrul mendorong jajaran Ditjen PSP untuk memperluas penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) di seluruh Indonesia, salah satunya melalui program Taksi Alsintan.

"Saya berharap pada bulan Maret nanti, perluasan Taksi Alsintan sudah selesai. Taksi Alsintan harus kita implementasikan untuk membantu petani meningkatkan produksi," ujarnya.

Kemudian, dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian, Mentan juga menyebutkan pentingnya tata kelola air serta mitigasi iklim dan cuaca di sektor pertanian.

Pemantauan cuaca dapat dilakukan dengan mengoptimalkan data dan informasi iklim dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Lebih lanjut, Syahrul menuturkan bahwa saat ini sektor pertanian Indonesia tengah menghadapi tantangan dalam alih fungsi lahan.

Kementan pun telah melakukan berbagai upaya pencegahan sebagai tindak lanjut UU 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Dia juga meminta pemerintah daerah turut aktif demi mengurangi laju alih fungsi lahan.

"Pemerintah daerah harus memiliki ketegasan serta perencanaan yang baik dalam menjaga lahan pertanian dan alokasi lahan untuk kegiatan pembangunan lainnya. Hal ini penting untuk dilakukan demi menjaga produktivitas lahan pertanian," tegasnya.

Syahrul juga berharap penggunaan kredit usaha rakyat (KUR) pertanian dapat ditingkatkan menjadi skema dan pilihan yang paling mudah dalam memperluas cakupan usaha tani di seluruh Indonesia.

Pemanfaatan KUR dinilainya sangat membantu penyediaan alsintan secara mandiri oleh pelaku usaha sektor pertanian.

"Pakai lah KUR untuk memperluas usaha tanimu. Ini yang saya sebut pakai gagasan tidak semua kegiatan harus pakai APBN. Terbukti berhasil karena KUR yang macet hanya 0,3 persen. Alhamdulillah, semua berjalan dengan baik," sebutnya.

Susun Program

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.