Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tak Langsung Bertarung di Pengadilan, Apple Buka Ruang Negosiasi dengan Departemen Kehakiman AS

📅 Minggu, 19 Jul 2026, 09:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tak Langsung Bertarung di Pengadilan, Apple Buka Ruang Negosiasi dengan Departemen Kehakiman AS Doc: ANTARA/REUTERS/Carlo Allegri
Ket. Ilustrasi - Siluet seseorang dengan latar logo Apple Store di Grand Central Terminal di kawasan Manhattan, Kota New York, New York, Amerika Serikat.

WASHINGTON – Gugatan antimonopoli yang diajukan Pemerintah AS terhadap Apple menunjukkan bahwa pengawasan terhadap perusahaan teknologi raksasa semakin ketat.

Pemerintah menilai dominasi Apple di ekosistem produknya berpotensi membatasi persaingan dan menyulitkan kompetitor maupun konsumen untuk memiliki lebih banyak pilihan.

Terlepas dari hasil akhirnya di pengadilan, kasus ini menjadi pengingat bahwa inovasi dan pangsa pasar yang besar juga harus diimbangi dengan praktik bisnis yang dinilai adil, agar persaingan di industri teknologi tetap sehat dan tidak hanya menguntungkan segelintir pemain besar.

Perusahaan teknologi multinasional Amerika Serikat, Apple Inc., dan Departemen Kehakiman AS (DOJ) sedang menjalani pembicaraan awal untuk menyelesaikan gugatan antimonopoli yang diajukan Pemerintah AS terhadap Apple pada 2024.

Menurut laporan Bloomberg, Jumat (17/7), negosiasi tersebut sedang berlangsung, tetapi masih belum pasti apakah kedua belah pihak akan mencapai kesepakatan.

Tanggal persidangan atas gugatan itu pun belum ditetapkan, tambah laporan tersebut.

Gugatan terhadap Apple itu diajukan oleh pemerintahan AS di masa jabatan Presiden Joe Biden, sebagai bagian dari upaya lebih luas untuk membatasi pengaruh perusahaan teknologi besar.

Dalam gugatan tersebut, DOJ menuduh Apple melanggar kepentingan para pesaing, pengembang perangkat lunak, dan konsumen. Pada Juni 2025, Apple gagal membuat gugatan antimonopoli itu dibatalkan.

Didirikan pada 1976, Apple Inc. telah berkembang dari perusahaan pembuat komputer pribadi menjadi salah satu raksasa teknologi dunia.

Portofolio produknya kini mencakup komputer, tablet, ponsel pintar, jam tangan pintar, pemutar audio, hingga berbagai perangkat lunak dan layanan digital.

Perkembangan tersebut menunjukkan bagaimana Apple terus beradaptasi dengan kebutuhan pengguna, sekaligus membangun ekosistem produk yang saling terhubung untuk memberikan pengalaman yang lebih praktis dan terintegrasi.

Apple dikenal sebagai salah satu perusahaan teknologi dengan kinerja bisnis yang paling konsisten di dunia. Pendapatannya ditopang oleh penjualan perangkat seperti iPhone, Mac, iPad, Apple Watch, serta lini layanan digital seperti App Store, iCloud, Apple Music, dan Apple TV+.

Dalam beberapa tahun terakhir, kontribusi bisnis layanan terus meningkat dan menjadi sumber pendapatan yang stabil, sehingga Apple tidak lagi hanya bergantung pada penjualan perangkat keras.

Didukung basis pengguna yang mencapai miliaran perangkat aktif di seluruh dunia, perusahaan ini mampu menjaga pertumbuhan, profitabilitas, dan loyalitas pelanggan, meski industri teknologi menghadapi persaingan yang semakin ketat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

KAI Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026

42 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
KAI Gelar Nobar Final Piala...

Netflix Akuisisi Perusahaan AI Milik Ben Affleck

52 menit yang lalu | Lili Lestari

Rona
Netflix Akuisisi Perusahaan...
Luar Negeri
Presiden Trump Ingin AS Kem...
Daerah
Kodim 1409/Gowa Bangun Jemb...
Daerah
Balai Karantina Kepulauan B...
Kylian Mbappe Pecahkan Rekor Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia

Kylian Mbappe Pecahkan Rekor Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia

19 Jul 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.