Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tim Panjat Tebing Indonesia Borong 4 Medali di World Climbing Series Krakow 2026

📅 Senin, 06 Jul 2026, 03:26 WIB | Oleh:
Tim Panjat Tebing Indonesia Borong 4 Medali di World Climbing Series Krakow 2026 Doc: Foto: FPTI
Ket. Timnas panjat tebing Indonesia berhasil meraih satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu pada World Climbing Series Krakow 2026 di Krakow, Polandia.

JAKARTA - Tim panjat tebing Indonesia membawa pulang empat medali yakni satu emas, satu perak, dan dua perunggu dari World Climbing Series Krakow 2026 yang melombakan lima nomor disiplin speed di Polandia, 3-5 Juli. 

Desak Made Rita Kusuma Dewi menjadi penampil terbaik tim Indonesia dengan menyumbangkan tiga medali, yakni satu emas, satu perak, dan satu perunggu.

Medali emas diraih Desak setelah menjadi yang tercepat di nomor perseorangan putri lewat catatan waktu 6,54 detik. Atlet asal Bali itu mengalahkan wakil tuan rumah Natalia Kalucka yang meraih perak dengan 6,62 detik, sedangkan Emma Hunt dari Amerika Serikat berada di posisi ketiga dengan 11,37 detik.

Desak juga meraih medali perak nomor estafet campuran saat ia berpasangan dengan Antasyafi Robby Al Hilmi. Robby/Desak yang turun sebagai Indonesia 2 mencatatkan waktu 11,30 detik pada final, tetapi harus mengakui keunggulan pasangan Amerika Serikat Samuel Watson/Emma Hunt yang membukukan 10,89 detik sekaligus mencetak rekor dunia.

Sebelum melaju ke final, Robby/Desak juga sempat mempertajam rekor Asia dengan catatan 11,19 detik pada semifinal.

Satu medali lain berupa perunggu diperoleh Desak di nomor estafet putri berpasangan dengan Rajiah Sallsabillah. Desak/Rajiah mengalahkan pasangan Spanyol Leslie Adriana Romero Perez/Carla Martinez Vidal dengan catatan waktu 13,14 detik berbanding 13,52 detik pada perebutan medali perunggu.

Medali emas nomor tersebut direbut pasangan China Zhou Yafei/Deng Lijuan yang mencatatkan waktu 12,89 detik sekaligus memperbaiki rekor dunia. Mereka mengalahkan pasangan Polandia Aleksandra Kalucka/Natalia Kalucka yang meraih perak dengan 14,00 detik. 

Medali perunggu lainnya bagi tim Indonesia dipersembahkan oleh Raharjati Nursamsa dari nomor perseorangan putra lewat catatan waktu 4,79 detik, di bawah peraih emas asal Amerika Serikat Samuel Watson (4,60 detik) dan Zhao Yicheng asal China (4,69 detik).

Estafet putra menjadi satu-satunya nomor di World Climbing Series Krakow 2026 yang tak membuahkan medali bagi kontingen Indonesia. Pencapaian terbaik dibukukan Raharjati/Robby yang tampil di babak perebutan medali perunggu, tetapi hanya mampu membukukan catatan waktu 13,55 detik, menyerahkan podium ketiga kepada pasangan Ukraina Hryhorii Ilchyshyn/Yaroslav Tkach (10,73 detik).

Hasil itu sedikit antiklimaks bagi Raharjati/Robby yang sempat menempati posisi kedua fase kualifikasi dengan catatan waktu 10,23 detik. Medali emas nomor estafet putra menjadi milik pasangan China Long Jianguo/Chu Shouhong (11,07 detik) setelah mengalahkan wakil Amerika Serikat Samuel Watson/Zach Hammer (11,72 detik) di final.

Anggota kontingen Indonesia lainnya belum mampu meraih hasil terbaik di Krakow. Kadek Adi Asih dan Rajiah yang menembus putaran final dengan catatan waktu masing-masing 6,512 detik dan 6,592 detik, harus terhenti di babak perempat final.

Aditya Tri Syahria, Robby, dan Veddriq Leonardo membukukan catatan waktu kualifikasi 4,873 detik, 5,160 detik, dan 5,223 detik untuk melangkah ke putaran final nomor perseorangan putra. Namun Aditya terhenti di semifinal, sedangkan Robby dan Veddriq sama-sama mengakhiri langkah di 16 besar.

Raharjati/Rajiah yang turun sebagai Indonesia 1 di estafet campuran sempat mencapai babak perebutan medali perunggu, tetapi hanya mampu mencatatkan waktu 11,35 detik dan menyerahkan podium ketiga jadi milik pasangan China Zhou Yafei/Zhao Yicheng (11,17 detik). 

Pasangan Kadek Adi Asih/Bertdighna Devi Surya Kusuma turun di nomor estafet putri, tetapi mereka berakhir menempati peringkat ke-20 setelah gagal mencatatkan waktu karena fall.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
Daerah
Harga Beras Bikin Resah, Bu...
Daerah
Wisata TWA Kawah Ijen Ditut...
Nasional
Wamenkes Sebut Percobaan Bu...
Advertisement
Kemenhub : Penyesuaian Fuel Surcharge Bukan Kenaikan Tarif Dasar Tiket Pesawat

Kemenhub : Penyesuaian Fuel Surcharge Bukan Kenaikan Tarif Dasar Tiket Pesawat

05 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.