Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

25 Minggu, 23 Agu 2026, 08:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar Doc: ANTARA
Ket. Kobaran api kebakaran rumah adat Sade Lombok Tengah Provinsi NTB di Lombok Tengah, Sabtu malam (22/8/2026).

LOMBOK TENGAH - Rumah kampung adat wisata Sade Desa Rambitan Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) dikabarkan mengalami kebakaran, Sabtu malam (22/8).

"Saat ini petugas sedang melakukan pemadaman," kata Kepala Desa Rambitan Lalu Winakse di Lombok Tengah, Sabtu.

Lalu Winakse bersama-sama warga langsung melakukan penanganan setelah mendapatkan informasi terjadinya kebakaran. Ia juga langsung berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pemadaman dan mengevakuasi warga yang tinggal di rumah Sade tersebut.

"Kejadian kebakaran sekitar pukul 22.00 Wita. Saya sedang di TKP," kata Lalu Winakse yang sejauh ini belum mengetahui penyebab kebakaran.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Tengah Supardan mengatakan pihaknya telah menurunkan petugas dan mobil pemadam untuk memadamkan api di rumah adat Sade tersebut.

"Petugas sudah menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan pemadaman," katanya.

Informasi yang dihimpun wartawan menyebutkan bahwa akses arus lalulintas kendaraan di jalan raya Sengkol-Mandalika sempat terganggu di tengah upaya petugas melakukan pemadaman.

"Semua rumah adat itu kebakaran semua. Saya belum bisa lewat, karena petugas masih melakukan pemadaman," kata warganet Alpokat yang melakukan siaran langsung di media sosialnya.

"Informasi dari warga, penyebab kebakaran karena konsleting kabel listrik. Semuanya hangus tidak ada yang tersisa, namun tidak ada korban jiwa," katanya.

Rumah adat Sade dibangun berdasarkan nilai estetika dan kearifan lokal. Orang sasak mengenal beberapa jenis bangunan adat yang menjadi tempat tinggal dan juga tempat ritual adat dan ritual keagamaan.

Rumah adat suku Sasak terbuat dari jerami dan berdinding anyaman bambu (bedek). Lantai dari tanah liat yang dicampur kotoran kerbau dan abu jerami.

Campuran tanah liat dan kotoran kerbau membuat lantai tanah mengeras, sekeras semen. Cara membuat lantai seperti itu sudah diwarisi sejak nenek moyang mereka.

Bahan bangunan seperti kayu dan bambu didapatkan dari lingkungan sekitar. Untuk menyambung bagian-bagian kayu, mereka menggunakan paku dari bambu.

Rumah suku Sasak hanya memiliki satu pintu berukuran sempit dan rendah, tidak memiliki jendela.

Hingga berita ini ditulis, petugas sedang melakukan penanganan kebakaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
MotoGP Australia di Phillip Island Dibatalkan akibat Cuaca Buruk, Marquez Gagal Perlebar Keunggulan

MotoGP Australia di Phillip Island Dibatalkan akibat Cuaca Buruk, Marquez Gagal Perlebar Keunggulan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.