67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana
📅 Minggu, 23 Agu 2026, 16:40 WIB | Oleh: Tim RedaksiJAKARTA – Perum BULOG mengerahkan beras dari berbagai wilayah di Indonesia untuk membantu penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 67.446 ton beras didatangkan melalui skema movement nasional untuk memperkuat stok lokal NTT.
Langkah ini dilakukan karena stok beras yang tersedia di NTT per 22 Agustus 2026 tercatat 26.336 ton. Dengan tambahan mobilisasi dari luar daerah, total beras yang disiagakan BULOG untuk NTT mencapai 93.782 ton.
Beras bantuan tersebut berasal dari Kanwil DKI Jakarta-Banten, Jawa Timur, Sulawesi Selatan-Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Barat. Mobilisasi ini menjadi bagian strategi BULOG agar distribusi pangan ke wilayah terdampak bisa berjalan cepat dan merata.
Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, kecepatan distribusi adalah kunci dalam situasi bencana.
“BULOG menyiagakan stok beras sebanyak 93.782 ton untuk mendukung penanganan bencana di NTT. Stok tersebut berasal dari ketersediaan beras di wilayah NTT dan dukungan mobilisasi dari wilayah lain. Dalam situasi bencana, kecepatan dan ketepatan distribusi menjadi sangat penting agar kebutuhan pangan masyarakat dapat segera dipenuhi,” ujarnya di Jakarta, Minggu (23/8)?
Sebaiknya Anda baca juga:
Kesiagaan ini bukan hanya untuk kebutuhan saat ini. BULOG juga mengantisipasi jika masa tanggap darurat diperpanjang atau terjadi bencana susulan di NTT.
Berdasarkan perhitungan BULOG, kebutuhan beras untuk 14 hari tanggap darurat bagi 150.576 korban jiwa diperkirakan 1.890 ton. Jika masa darurat diperpanjang 10 kali, kebutuhannya bisa mencapai 18.900 ton.
Selain itu BULOG juga menyiapkan beras untuk Bantuan Pangan 3 bulan bagi 852.631 penerima. Dengan alokasi 10 kg per orang per bulan, total kebutuhannya mencapai 25.578 ton.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jika ditotal, kebutuhan beras untuk penanganan bencana dan bantuan pangan di NTT mencapai 46.368 ton. Artinya, dengan stok 93.782 ton yang disiagakan, BULOG masih memiliki cadangan lebih 47.414 ton sebagai ruang gerak.
Di tingkat nasional, stok beras BULOG per 22 Agustus 2026 berada di angka 5,17 juta ton. Jumlah besar ini memberi fleksibilitas bagi BULOG untuk menggeser stok ke daerah mana pun yang membutuhkan, termasuk NTT.
“Kami tidak hanya menghitung kebutuhan hari ini, tetapi juga menyiapkan ruang stok untuk mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan. Prinsipnya, masyarakat terdampak bencana tidak boleh mengalami kesulitan mendapatkan pangan,” tambah Ahmad Rizal.
Saat ini BULOG terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak terkait agar proses mobilisasi, penyimpanan, dan penyaluran beras berjalan efektif sesuai kebutuhan di lapangan.
Kesiagaan 93.782 ton beras ini menjadi bukti komitmen BULOG untuk memastikan kehadiran negara dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!