Sergei Krikalev: Warga Soviet Terakhir yang Ditinggalkan di Luar Angkasa Saat Uni Soviet Runtuh
📅 Kamis, 30 Des 2021, 04:20 WIB | Oleh: Ilham SudrajatPada 1988, dia melakukan perjalanan pertamanya ke stasiun luar angkasa MIR, yang mengorbit Bumi pada ketinggian 400 km di atas permukaan planet ini.
Saat ini, Krikalev adalah direktur misi berawak Roscosmos, badan luar angkasa milik Russia.
Misi pada Mei 1991 itu adalah kali kedua dia melakukan perjalanan ke MIR.
"Krikalev mendapat tempat istimewa di budaya pop karena dia adalah salah satu kosmonaut pertama yang menggunakan radio di MIR untuk berkomunikasi dengan perangkat radio amatir di Bumi dari luar angkasa," kata Cathleen Lewis, sejarawan yang meneliti program luar angkasa di Museum Dirgantara dan Luar Angkasa Nasional Smithsonian di Washington DC, Amerika Serikat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lewis mengatakan selama misi panjangnya di MIR, Krikalev kerap mengoperasikan radio untuk berbincang dengan warga biasa yang menemukan frekuensinya dari Bumi.
"Dengan cara itu, dia menjalin hubungan informal dengan orang-orang di seluruh dunia," ujar Lewis.
Krikalev tidak pernah sendirian di MIR, tapi dia selalu menjadi kosmonaut paling populer.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dia memang bukan satu-satunya orang di MIR, tapi hanya dia yang bicara dengan radio sepanjang waktu," tambah Lewis.
Sejarawan itu meyakini, bahwa karena itulah, meskipun pada saat kejatuhan Uni Soviet bersama Krikalev ada kosmonaut lain yang bernama Aleksandr Volkov di MIR, Krikalev tetap diingat sebagai "warga Soviet yang terakhir".
"Dia bukan satu-satunya kosmonaut di stasiun luar angkasa itu, tapi hanya dia yang menjadi tokoh publik," ujar Lewis.
Pecahnya Uni Soviet
Di antara tahun 1990-1991, semua republik yang bergabung dengan Republik Sosialis Bersatu Soviet (USSR) mendeklarasikan kemerdekaannya.
Pada saat itu, Presiden Mikhail Gorbachev, dengan "Perestroika"-nya yang termasyhur mencoba memodernisasi negaranya menuju kapitalisme, mendesentralisasi kekuatan ekonomi banyak perusahaan dan mengizinkan pembuatan bisnis swasta.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!