Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Qatar vs Swiss: Tantangan Berat The Maroons Melawan Tim Paling Konsisten di Eropa

📅 Sabtu, 13 Jun 2026, 08:15 WIB | Oleh:
Qatar vs Swiss: Tantangan Berat The Maroons Melawan Tim Paling Konsisten di Eropa Doc: AFP
Ket. Ilustrasi pemain timnas Qatar.

SANTA CLARA, AMERIKA SERIKAT - Qatar dan Swiss akan mengawali perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan pertemuan di Santa Clara, California, Amerika Serikat, Minggu (14/6) dini hari WIB.

Kedua tim akan bersaing di Grup B bersama tuan rumah Kanada serta Bosnia-Herzegovina. Laga ini menjadi pertemuan pertama Qatar dan Swiss dalam pertandingan kompetitif, sehingga duel pembuka tersebut diprediksi berlangsung menarik.

Bagi Qatar, turnamen kali ini menjadi penampilan kedua mereka di putaran final Piala Dunia setelah debut sebagai tuan rumah pada tahun 2022. Namun, pengalaman pertama mereka berakhir kurang menyenangkan setelah tersingkir di fase grup tanpa kemenangan.

Tim berjuluk The Maroons itu memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 setelah menang 2-1 atas Uni Emirat Arab pada Oktober tahun lalu. Akan tetapi, setelah itu performa Qatar belum meyakinkan karena gagal meraih kemenangan dalam enam pertandingan terakhir.

Mereka bahkan mengalami kekalahan 0-1 dari Republik Irlandia dalam laga uji coba akhir Mei, sebelum bermain imbang 1-1 melawan El Salvador pada pertandingan persiapan terakhir tanggal 6 Juni.

Situasi tersebut membuat persiapan tim asuhan Julen Lopetegui belum berjalan ideal. Tantangan semakin besar karena lawan pertama mereka adalah Swiss, tim Eropa yang memiliki pengalaman panjang di panggung dunia.

Meski demikian, Grup B menjadi salah satu grup yang cukup terbuka. Kehadiran Kanada dan Bosnia-Herzegovina membuat persaingan semakin ketat. Kemenangan di laga pertama bisa membawa Qatar selangkah lebih dekat menuju babak gugur, terutama karena format baru memungkinkan tim peringkat ketiga terbaik ikut lolos.

Qatar memiliki catatan positif saat menghadapi Swiss. Kedua negara baru sekali bertemu, yaitu dalam pertandingan persahabatan pada 2018. Saat itu Qatar berhasil menang 1-0.

Berbeda dengan Qatar, Swiss merupakan langganan Piala Dunia. Turnamen 2026 akan menjadi penampilan ke-13 mereka di ajang terbesar sepak bola dunia.

Dalam tiga edisi terakhir, Swiss selalu berhasil mencapai babak 16 besar. Karena itu, kegagalan lolos dari fase grup akan menjadi kejutan besar bagi tim asuhan Murat Yakin.

Prestasi terbaik Swiss di Piala Dunia terjadi pada 1934, 1938, dan 1954 ketika mereka mencapai perempat final. Mereka juga tidak pernah tersingkir di fase grup sejak 2010, sehingga tekanan untuk mempertahankan tradisi tersebut cukup besar.

Swiss datang dengan modal cukup kuat. Mereka bermain imbang 1-1 melawan Australia dalam laga uji coba terakhir sebelum Piala Dunia, setelah sebelumnya mengalahkan Yordania 4-1 pada akhir Mei.

Dalam 14 pertandingan terakhir di semua kompetisi, Swiss hanya menelan satu kekalahan, yaitu saat kalah dramatis 3-4 dari Jerman dalam laga persahabatan pada Maret.

Dengan performa tersebut, Swiss menjadi favorit untuk mengawali turnamen dengan kemenangan. Tiga poin atas Qatar akan menjadi modal penting sebelum menghadapi Bosnia-Herzegovina dan Kanada.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Super Jerman Jatuh ke...
Daerah
UMKM Tegal Punya Harapan Ba...
Olahraga
Awal yang Baik bagi Madrid ...

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

56 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Program-program Unggulan Go...
Daerah
Pemprov Gorontalo Perkuat S...
Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

22 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.