Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BKKBN Serukan  Pemanfaatan Data Presisi dalam Penanganan Stunting

📅 Jumat, 12 Jun 2026, 18:25 WIB | Oleh:
BKKBN Serukan  Pemanfaatan Data Presisi dalam Penanganan Stunting Doc: Kemendukbangga

JAKARTA - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menegaskan pentingnya pemanfaatan data presisi dalam percepatan penurunan stunting. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan program pemerintah tepat sasaran dan menjangkau kelompok yang paling membutuhkan.

Komitmen tersebut dikemukakan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting yang digelar Kemendukbangga/BKKBN di Jakarta, Kamis (11/6). Kegiatan tersebut melibatkan berbagai kementerian dan lembaga untuk memperkuat sinergi dalam penanganan stunting.

Sekretaris Utama BKKBN, Budi Setiyono, menilai pendekatan berbasis data presisi by name by address penting dalam mendukung efektivitas intervensi. Menurut dia, pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan ketepatan sasaran program pemerintah.

“Pendekatan tersebut memungkinkan pemerintah untuk mengidentifikasi secara lebih akurat individu, keluarga, dan wilayah yang memerlukan perhatian prioritas. Sehingga program yang dilaksanakan dapat menjangkau kelompok sasaran yang benar-benar membutuhkan,” kata Budi, Jumat (12/6).

Menurut Budi, data yang terintegrasi juga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi masyarakat. Dengan demikian, kebijakan yang disusun dapat lebih responsif terhadap kebutuhan nyata di lapangan.

Budi juga menekankan penguatan sistem data perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui peningkatan kualitas pengumpulan data. Selain itu, validasi, pemutakhiran berkala, dan integrasi data antar kementerian dan lembaga juga perlu terus diperkuat.

“Dalam kaitan ini Kemendukbangga/BKKBN selama ini telah membangun basis data keluarga beresiko stunting (KRS) hingga level desa/kelurahan. Hal ini dapat dilakukan sebagai basis intervensi oleh lintas K/L dan pemerintah daerah,” ujar dia.

Ia menambahkan stunting merupakan persoalan multidimensi yang memerlukan penanganan lintas sektor. Karena itu, koordinasi dan kolaborasi antarkementerian serta pemda perlu terus diperkuat guna mendukung pencapaian target penurunan stunting secara efektif dan tepat sasaran. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.