Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

WHO: Kasus Hantavirus di MV Hondius Berbeda dengan COVID-19, Masyarakat Jangan Panik

📅 Minggu, 10 Mei 2026, 18:10 WIB | Oleh:
WHO: Kasus Hantavirus di MV Hondius Berbeda dengan COVID-19, Masyarakat Jangan Panik Doc: WHO
Ket. World Health Organization (WHO) meminta warga Tenerife, Spanyol, tetap tenang menyusul meningkatnya kekhawatiran atas wabah hantavirus yang dikaitkan dengan kapal pesiar MV Hondius. Kapal tersebut dijadwalkan menjalani operasi darurat di pulau itu setelah melaporkan sejumlah kasus infeksi selama pelayaran.

JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization meminta warga Tenerife, Spanyol, tetap tenang menyusul meningkatnya kekhawatiran atas wabah hantavirus yang dikaitkan dengan kapal pesiar MV Hondius. Kapal tersebut dijadwalkan menjalani operasi darurat di pulau itu setelah melaporkan sejumlah kasus infeksi selama pelayaran.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam pesan publik pada Sabtu (10/5/2026) menegaskan situasi tersebut memiliki risiko kesehatan masyarakat yang rendah. Ia juga meminta masyarakat tidak membandingkan kasus ini dengan pandemi global seperti COVID-19.

"Saya tahu Anda khawatir. Saya tahu bahwa ketika Anda mendengar kata ‘wabah’ dan melihat sebuah kapal berlayar menuju pantai Anda, kenangan-kenangan yang belum sepenuhnya kita lupakan akan muncul kembali. Rasa sakit tahun 2020 masih nyata, dan saya tidak akan mengabaikannya sedetik pun," kata Tedros.

WHO sebelumnya menyatakan wabah tersebut melibatkan strain Andes hantavirus. Virus tersebut ditularkan melalui hewan pengerat dan dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia akibat paparan hewan yang terinfeksi maupun material yang terkontaminasi seperti urin, air liur, dan kotoran.

Kasus mulai terdeteksi setelah sejumlah penumpang mengalami gejala selama pelayaran berlangsung. Kondisi tersebut mendorong investigasi medis lebih lanjut yang kemudian mengonfirmasi keberadaan virus di atas kapal.

Sejauh ini, tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia akibat wabah tersebut. Sementara itu, sekitar 150 penumpang dari 23 negara masih berada di atas kapal setelah perjalanan mereka terganggu akibat insiden kesehatan tersebut.

Otoritas kesehatan internasional menegaskan belum ada bukti bahwa penumpang yang masih berada di kapal menunjukkan gejala aktif saat ini. Hal tersebut menjadi salah satu alasan WHO menilai risiko penyebaran kepada masyarakat umum masih tergolong rendah.

Kedatangan kapal ke Tenerife sempat memicu kekhawatiran warga setempat yang trauma dengan dampak pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu. Namun, WHO menegaskan situasi saat ini sangat berbeda dan masih berada dalam kendali otoritas kesehatan.

Pemerintah Spanyol bersama otoritas pelabuhan Tenerife kini bersiap menangani kedatangan kapal tersebut dengan protokol kesehatan ketat. Penumpang dan kru kapal juga akan menjalani pemeriksaan lanjutan guna memastikan tidak ada penyebaran tambahan.

WHO menegaskan pemantauan terhadap situasi ini masih terus dilakukan. Organisasi tersebut juga meminta masyarakat tetap mengikuti informasi resmi dan tidak terpengaruh spekulasi yang beredar di media sosial.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.