Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Putuskan Sekat Bisnis, Kadin Minta Kemitraan UMKM-Korporasi Diperkuat

📅 Kamis, 04 Jun 2026, 22:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Putuskan Sekat Bisnis, Kadin Minta Kemitraan UMKM-Korporasi Diperkuat Doc: ANTARA/ HO-Kementerian UMKM
Ket. Ilustrasi - Salah seorang pekerja di sektor industri kreatif klaster fesyen dan kerajinan tangan di Klaten, Jawa Tengah menyelesaikan pekerjaannya.

JAKARTA – Penguatan kemitraan antara UMKM dan industri besar menjadi strategi penting untuk menciptakan ekosistem usaha yang lebih inklusif dan berdaya saing.

Melalui kemitraan yang terintegrasi, UMKM dapat memperoleh akses yang lebih luas terhadap pasar, teknologi, pembiayaan, serta peningkatan kapasitas produksi. Di sisi lain, industri besar diuntungkan dengan terciptanya rantai pasok yang lebih kuat dan efisien.

Jika dijalankan secara berkelanjutan, kolaborasi ini tidak hanya mendorong pertumbuhan usaha kecil, tetapi juga memperkuat struktur industri nasional dan memperluas dampak ekonomi hingga ke tingkat daerah.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong penguatan kemitraan antara usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan industri besar sebagai upaya memperkuat daya beli masyarakat, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

Wakil Ketua Umum Bidang Kebijakan Makro-Mikro Ekonomi Kadin Indonesia Aviliani dalam keterangan di Jakarta, Kamis (4/6), menegaskan bahwa penguatan daya beli masyarakat menjadi salah satu kebutuhan utama dunia usaha di tengah tantangan ekonomi saat ini.

Aviliani menjelaskan bahwa Kadin Indonesia telah melakukan kajian mengenai pengembangan model kolaborasi yang memungkinkan UMKM menjadi bagian dari supply chain perusahaan-perusahaan anggota Kadin yang bisa memperkuat daya beli.

Menurut dia, hasil kajian tersebut perlu ditindaklanjuti melalui implementasi yang didukung berbagai insentif pemerintah agar tercipta daya tarik bagi UMKM maupun perusahaan besar untuk menjalin kemitraan yang lebih erat.

“UMKM merupakan sektor yang menyerap banyak tenaga kerja. Jika mereka dapat terhubung dengan rantai pasok industri yang lebih besar, maka manfaat ekonominya akan sangat luas. Namun proses ini membutuhkan pembinaan, peningkatan kapasitas, dan waktu yang cukup panjang agar kualitas UMKM semakin baik,” katanya.

Sebaiknya Anda baca juga:

Aviliani menambahkan, keberhasilan UMKM naik kelas dan menjadi bagian dari rantai nilai global (global value chain) yang tidak hanya akan meningkatkan daya saing usaha nasional, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan kelas menengah Indonesia.

“Ketika UMKM naik kelas dan terintegrasi dalam global value chain, maka pendapatan masyarakat akan meningkat. Pada akhirnya, hal itu akan memperkuat kelas menengah dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Kadin Indonesia Institute (KII) Mulya Amri menyoroti hasil kajian yang menunjukkan adanya tekanan terhadap kelompok kelas menengah.

Menurutnya, fenomena tersebut perlu menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan kondisi konsumsi nasional.

Lebih lanjut, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Ferry Irawan menyampaikan bahwa pengembangan kelas menengah menjadi salah satu agenda penting pemerintah mengingat perannya yang besar terhadap perekonomian nasional.

Menurut Ferry, kelompok kelas menengah memiliki kontribusi signifikan terhadap konsumsi rumah tangga, tenaga kerja produktif, serta pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.