Bersihkan Lingkungan! Dinkes Tangsel Minta Warga Waspadai Risiko Terpapar Hantavirus
📅 Jumat, 15 Mei 2026, 11:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Pemkot Tangsel
TANGSEL - Warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diminta untuk mewaspadai risiko terpapar Hantavirus meskipun belum ada temuan kasus positif di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, hingga saat ini belum ada temuan maupun laporan kasus Hantavirus di Kota Tangsel.
“Berdasarkan data pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) serta surveilans penyakit infeksi emerging, hingga saat ini belum ditemukan kasus Hantavirus di Kota Tangsel,” kata Allin, Jumat (15/5).
Allin menerangkan, penyakit Hantavirus merupakan penyakit zoonotik yang disebabkan oleh Orthohantavirus yang ditularkan dari tikus. Virus tersebut dapat menular melalui cairan tubuh, mulai dari urine, feses, saliva, hingga debu yang terkontaminasi.
“Secara klinis, penyakit ini dapat menimbulkan dua bentuk utama, yaitu Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), dengan gejala mulai dari demam, nyeri otot, hingga gangguan pernapasan berat,” terangnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Allin meminta warga Kota Tangsel meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan Hantavirus. Wabah bermula dari temuan klaster kasus Hantavirus tipe HPS di kapal pesiar internasional yang berpotensi menyebabkan penyebaran lintas-negara.
Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Surat Edaran Nomor: SR.03.02/C/2572/2026 tentang Kewaspadaan Penyakit Virus Hanta. Di Indonesia, kasus Hantavirus tipe HFRS telah dilaporkan di beberapa provinsi sejak tahun 2024 hingga 2026. Sementara untuk tipe HPS belum pernah dilaporkan, namun tetap berpotensi terjadi sebagai kasus importasi.
Oleh karena itu, Allin menuturkan, pihaknya eningkatkan kewaspadaan melalui penguatan surveilans berbasis indikator maupun Surveilans Berbasis Kejadian melalui SKDR untuk memantau tren kasus ISPA, pneumonia, Severe Acute Respiratory Infection (SARI), serta sindrom demam dengan gejala tidak spesifik.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kami juga meningkatkan deteksi dini di puskesmas dan rumah sakit melalui pendekatan surveilans penyakit infeksi emerging, serta koordinasi lintas program dan lintas sektor dalam kesiapsiagaan penanggulangan penyakit,” tuturnya.
Tak hanya itu, Dinkes Tangsel juga menyiagakan fasilitas layanan kesehatan, baik rumah sakit maupun puskesmas, untuk melakukan deteksi dini, penanganan awal, dan stabilisasi pasien.
Selain itu, dilakukan penerapan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan.
Dinkes Tangsel juga menyiapkan ruang isolasi sementara di fasilitas pelayanan kesehatan, penguatan sistem rujukan ke rumah sakit rujukan penyakit infeksi emerging sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan, serta koordinasi dengan laboratorium rujukan untuk pemeriksaan spesimen sesuai standar biosafety.
Allin mengimbau masyarakat Kota Tangsel untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan menggunakan sabun atau *hand sanitizer*, menerapkan etika batuk dan bersin, menjaga daya tahan tubuh, mengontrol penyakit penyerta, serta menggunakan masker saat mengalami gejala sakit.
“Masyarakat juga diminta menghindari kontak dengan tikus atau celurut beserta kotorannya, menutup akses masuk hewan pengerat ke dalam rumah, serta menjaga kebersihan lingkungan dengan melakukan pembersihan menggunakan metode pel basah apabila ditemukan jejak keberadaan tikus,” pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!