Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Vaksin Belum Ada, Deteksi Dini Ebola Jadi Kunci Utama

📅 Minggu, 31 Mei 2026, 10:07 WIB | Oleh:
Vaksin Belum Ada, Deteksi Dini Ebola Jadi Kunci Utama Doc: AFP

JENEWA - Dengan masih merebaknya wabah Ebola akibat galur (strain) Bundibugyo yang langka di Republik Demokratik (RD) Kongo dan Uganda, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (29/5) mengatakan bahwa deteksi dini dan mobilisasi masyarakat tetap krusial untuk menyelamatkan nyawa, sementara pengobatan dan vaksin yang potensial masih dalam tahap penilaian.

Per Kamis (28/5), WHO memperkirakan terdapat 906 kasus suspek di RD Kongo, termasuk 223 kematian suspek. Kasus terkonfirmasi tercatat sebanyak 125 di Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan, dengan 17 kematian terkonfirmasi.

Uganda telah melaporkan tujuh kasus terkonfirmasi, termasuk satu kematian, yang semuanya terkait dengan wabah di RD Kongo dan sejauh ini belum ditemukan bukti penularan di masyarakat.

Anais Legand, seorang petugas teknis WHO, mengatakan kepada awak media dalam sebuah pengarahan di Jenewa, "Penyakit ini dapat menular ke Anda ketika Anda merawat seseorang - suami Anda, anak Anda, atau ibu Anda," seraya menekankan bahwa keterlibatan masyarakat sangat penting untuk menghentikan penularan.

Di bidang medis, WHO telah mengumpulkan para pakar untuk meninjau langkah-langkah penanggulangan potensial. Dua kandidat vaksin telah diidentifikasi untuk dievaluasi setelah dosisnya tersedia, ungkap Legand. Untuk pencegahan, obat antivirus oral, obeldesivir, diprioritaskan dalam studi klinis sebagai langkah pascapaparan untuk kontak-kontak kasus terkonfirmasi.

Untuk pengobatan, tiga kandidat terapi, yakni antibodi monoklonal MBP 134 dan maftivimab, serta antivirus remdesivir, diprioritaskan untuk uji klinis.

Kami dapat meningkatkan skala perawatan intensif yang dioptimalkan dan mendukung masyarakat untuk mengenali gejala lebih dini," kata Legand, seraya menyampaikan bahwa tingkat letalitas akibat galur ini berkisar antara 30 hingga 50 persen berdasarkan wabah sebelumnya.

WHO terus bekerja sama dengan otoritas RD Kongo dan Uganda di tengah konteks kemanusiaan yang kompleks, termasuk konflik dan keterbatasan akses di Provinsi Ituri. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyerukan kepada kelompok-kelompok bersenjata untuk melakukan gencatan senjata agar tenaga kesehatan dapat menjangkau masyarakat yang terdampak. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Strategi Mencegah Kebocoran Fiskal

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Strategi Mencegah Kebocoran...
Luar Negeri
Pendidikan Prioritas Utama ...
Nasional
Pemerintah Siapkan Desain  ...
Porprov NTB 2026: 4.860 Atlet Bersiap Masuk Radar PON 2028

Porprov NTB 2026: 4.860 Atlet Bersiap Masuk Radar PON 2028

16 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.