Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tailan Siap untuk Mediasi PBB Terkait Sengketa Maritim dengan Kamboja

25 Kamis, 04 Jun 2026, 02:45 WIB | Oleh:
Tailan Siap untuk Mediasi PBB Terkait Sengketa Maritim dengan Kamboja Tailan Siap untuk Mediasi PBB Terkait Sengketa Maritim dengan Kamboja Doc: AFP/Agence Kampuchea Press
Ket. Menlu Tiongkok, Wang Yi (tengah) saat memediasi perundingan antara Wakil PM Kamboja, Prak Sokhonn, dengan Menlu Tailan, Sihasak Phuangketkeow (kanan), di Provinsi Yunnan, Tiongkok, pada akhir Desember lalu. Pada Rabu (3/6) Menlu Sihasak menyatakan bahwa Tailan siap terlibat dalam mediasi yang didukung PBB terkait klaim maritim yang dipersengketakan.

BANGKOK - Tailan menyatakan sepenuhnya siap untuk terlibat dalam mediasi yang didukung PBB yang diprakarsai oleh Kamboja terkait klaim maritim yang dipersengketakan. Penegasan itu dilontarkan oleh menteri luar negeri Tailan pada Rabu (3/6) seraya menegaskan janji untuk melindungi kepentingan nasional.

Kamboja, negara tetangga Tailan, pada Selasa (2/6) mengatakan telah memulai proses penyelesaian sengketa berdasarkan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) terkait wilayah sengketa di Teluk Tailan, di mana cadangan energi bawah laut diperkirakan bernilai sekitar USD300 miliar.

Langkah ini menyusul pembatalan perjanjian tahun 2001 secara sepihak oleh Bangkok bulan lalu yang menetapkan kerangka kerja untuk eksplorasi minyak dan gas bersama di wilayah klaim yang tumpang tindih atau Nota Kesepahaman (MoU) 44 tahun 2001, dengan perdana menteri Tailan menyebutkan alasan kebuntuan yang telah berlangsung lama dalam pelaksanaannya atas pembatalan tersebut.

Menteri Luar Negeri Tailan, Sihasak Phuangketkeow, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Rabu bahwa keputusan terburu-buru Kamboja untuk memulai proses konsiliasi wajib berdasarkan UNCLOS dapat menghambat upaya untuk membangun kembali kepercayaan dan keyakinan menuju pemulihan hubungan bilateral.

Kedua negara tetangga di Asia tenggara ini telah bersengketa mengenai wilayah maritim dan penetapan batas darat sepanjang 800 kilometer selama beberapa dekade, sebuah warisan dari era kolonial Prancis.

Setelah dua putaran bentrokan perbatasan mematikan tahun lalu, kedua pihak sepakat untuk gencatan senjata pada bulan Desember lalu, tetapi berulang kali saling menuduh melanggar gencatan senjata.

"Tailan sepenuhnya siap untuk melakukan semua tindakan yang diperlukan sesuai dengan UNCLOS, dengan mengutamakan perlindungan kepentingan negara," kata Menlu Sihasak dalam pernyataan tersebut.

Kedua negara tersebut merupakan pihak dalam konvensi tersebut.

Menurut pernyataan Tailan, proses mediasi menghasilkan rekomendasi yang tidak mengikat secara hukum bagi para pihak untuk digunakan dalam negosiasi penyelesaian.

Kementerian Energi Tailan memperkirakan pendapatan masa depan dari minyak dan gas alam di wilayah tersebut bernilai sekitar USD300 miliar.

Perdana Menteri Kamboja Hun Manet mengatakan pada Selasa bahwa pemerintahnya telah memulai proses mediasi untuk melindungi kedaulatan dan hak maritim Kamboja sesuai dengan hukum internasional.

Tidak Khawatir

Menanggapi langkah yang diambil Kamboja, PM Tailan, Anutin Charnvirakul, menepis kekhawatiran atas upaya Phnom Penh.

“Tailan tidak khawatir menghadapi tekanan apapun dari komunitas internasional terkait sengketa tersebut dan mencatat bahwa pertemuan-pertemuan baru-baru ini dengan para pemimpin asing dan organisasi internasional telah berlangsung tanpa mengangkat isu tersebut,” kata PM Anutin.

“Tailan akan terus menetapkan pendekatannya sendiri sambil tetap menjaga kedaulatan, martabat, dan keamanan nasional. Tailan pun tetap berkomitmen pada prinsip-prinsipnya dan tidak mengambil tindakan apapun yang akan merugikan negara," tegas dia.

PM Anutin pun mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui adanya masalah baru yang muncul dari isu penarikan MoU 44 dan menekankan bahwa Kamboja telah diberitahu tentang keputusan Tailan selama KTT Asean baru-baru ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Wapang TNI Tinjau Perbatasa...
Nasional
Kabar Duka, Mantan Panglima...

Pelatda Cabang Olahraga Petanque Kota Bogor

1.5 jam yang lalu | Winoto Wahyu

Olahraga
Pelatda Cabang Olahraga Pet...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.