Minat Membludak! 85 Investor Incar Proyek Sampah Jadi Listrik di Semarang
📅 Kamis, 04 Jun 2026, 16:25 WIB | Oleh: Tim PenulisSEMARANG – Proyek Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) membutuhkan investasi yang relatif besar karena mencakup pembangunan fasilitas pengolahan modern, teknologi konversi energi, hingga sistem pengelolaan emisi yang ketat.
Meski demikian, investasi tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA), meningkatkan ketahanan energi, sekaligus mendukung target pengelolaan sampah berkelanjutan.
Tantangannya terletak pada kepastian skema pembiayaan, tarif listrik yang kompetitif, serta jaminan pasokan sampah agar proyek tetap layak secara ekonomi dan menarik bagi investor.
Pemerintah Kota Semarang menyebutkan bahwa proyek Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Semarang Raya di TPA Jatibarang dengan nilai investasi mencapai Rp3 triliun diminati 85 investor.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti di Semarang, Kamis (4/6), menyampaikan bahwa 85 investor dari berbagai negara tercatat menunjukkan ketertarikan terhadap proyek strategis tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bahkan, pada Kamis ini, sebanyak enam perusahaan melakukan kunjungan langsung ke lokasi PSEL Semarang Raya untuk meninjau lokasi proyek.
Jumlah tersebut diperkirakan akan bertambah seiring rencana kunjungan investor lainnya pada 8 Juni mendatang.
Menurut dia, tingginya minat investor tersebut menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan terhadap kesiapan Kota Semarang dalam mengembangkan proyek pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan yang mendukung transisi menuju energi bersih.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa lagi diselesaikan dengan pendekatan konvensional semata, namun diperlukan lompatan inovasi agar sampah tidak hanya berakhir di tempat pembuangan, tetapi dapat diolah menjadi sumber daya yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Pengelolaan sampah harus menjadi bagian dari transformasi sebuah kota. Kota Semarang ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan energi bagi masyarakat," katanya.
Melalui proyek PSEL Semarang Raya, Kota Semarang tidak hanya membangun fasilitas pengolahan sampah, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai kota yang terbuka terhadap investasi hijau dan pengembangan teknologi ramah lingkungan.
"Kami ingin memastikan bahwa pengelolaan sampah di Kota Semarang tidak hanya menjadi solusi untuk hari ini, namun juga menjadi investasi bagi masa depan kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang Glory Nasarani menjelaskan bahwa tingginya minat investor mendorong Badan Pengelola Investasi Danantara untuk menyiapkan tahapan lanjutan, termasuk kunjungan lapangan dan finalisasi dokumen lelang.
"Hasil 'market sounding' menunjukkan respons yang sangat positif. Saat ini pemerintah daerah terus menyiapkan berbagai dokumen pendukung dan data teknis yang diperlukan agar proses investasi dapat berjalan sesuai rencana," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!