Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

WHO: Larangan Perjalanan Bukan Solusi Atasi Wabah Ebola

📅 Kamis, 04 Jun 2026, 21:24 WIB | Oleh:
WHO: Larangan Perjalanan Bukan Solusi Atasi Wabah Ebola Doc: AFP/SAAC KASAMANI/Getty Images

MOSKOW - Direktur Badan Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mendesak negara-negara mencabut pembatasan perjalanan yang diberlakukan karena epidemi Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC).

Permintaan itu disampaikan karena larangan tersebut menyulitkan pengiriman bantuan ke wilayah terdampak.

"Pembatasan perjalanan menyeluruh yang diberlakukan sejumlah negara mengganggu rantai pasok dan menghambat upaya penanganan. WHO merekomendasikan pemeriksaan saat keberangkatan di bandara, pelabuhan, dan perlintasan perbatasan untuk mencegah penyebaran kasus dan kontak ke luar wilayah," kata Ghebreyesus dalam konferensi pers di Jenewa, Rabu (3/6).

Pihaknya meminta negara-negara yang memberlakukan pembatasan perjalanan menyeluruh agar mencabutnya.

Pada 15 Mei, WHO menyatakan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

Kemudian pada akhir Mei, Kementerian Kesehatan Uganda mengatakan bahwa pemerintah telah memutuskan untuk menutup perbatasan dengan Republik Demokratik Kongo di tengah situasi epidemiologis yang tidak menguntungkan di sana.

Surat kabar New York Times melaporkan pada hari yang sama bahwa Amerika Serikat bermaksud mengirim warga Amerika yang terinfeksi Ebola ke Kenya untuk perawatan. Namun, pada 29 Mei, Pengadilan Tinggi Kenya untuk sementara melarang masuknya orang yang terinfeksi virus tersebut ke negara itu.

Ebola adalah penyakit yang seringkali berakibat fatal dan ditularkan dari hewan liar seperti kelelawar dan primata ke manusia. Orang dapat terinfeksi dari orang lain melalui kontak langsung dengan darah dan cairan tubuh lainnya atau dengan benda-benda yang terkontaminasi.

PBB memperkirakan tingkat kematian rata-rata penyakit ini mencapai 50 persen, tetapi pernah mencapai hingga 90 persen dalam wabah sebelumnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.