Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenperin Perkuat Hilirisasi Industri Susu

📅 Rabu, 03 Jun 2026, 15:55 WIB | Oleh:
Kemenperin Perkuat Hilirisasi Industri Susu Doc: Dokumentasi Kementerian Perindustrian
Ket. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat pengembangan industri susu nasional. Upaya ini dilakukan melalui hilirisasi dan penguatan kemitraan dengan peternak.

Langkah tersebut sejalan dengan peringatan Hari Susu Nusantara 2026. Pemerintah ingin meningkatkan konsumsi susu dan daya saing industri nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan susu memiliki peran penting bagi ketahanan pangan. Susu juga mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia.

"Industri susu memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat. Rendahnya tingkat konsumsi susu di Indonesia justru menjadi peluang besar bagi pengembangan industri susu nasional ke depan," ujar Agus di Jakarta, Rabu (3/6).

Berdasarkan data World Population Review 2022, konsumsi susu Indonesia mencapai 17,76 liter per kapita per tahun. Angka tersebut masih berada di bawah Malaysia, Singapura, dan Vietnam.

Di sisi lain, kebutuhan bahan baku industri pengolahan susu mencapai sekitar lima juta ton per tahun. Sekitar 80 persen kebutuhan tersebut masih dipenuhi melalui impor.

Pelaksana Tugas Dirjen Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, menilai pasokan susu segar dalam negeri perlu diperkuat. Menurut dia, kemitraan menjadi kunci membangun industri susu yang berkelanjutan.

"Penguatan rantai pasok susu segar dalam negeri melalui program kemitraan menjadi salah satu kunci utama. Sinergi antara peternak rakyat, koperasi, dan industri pengolahan susu perlu terus diperkuat," ujar Putu.

Sebagai dukungan bagi sektor hulu, Kemenperin mendorong penggunaan teknologi cooling unit. Program digitalisasi juga diterapkan di Tempat Penerimaan Susu atau TPS.

Hingga 2024, digitalisasi telah diterapkan pada 96 TPS. Program itu melibatkan sembilan koperasi dan lebih dari 12 ribu peternak sapi perah.

Kemenperin juga mengembangkan aplikasi pemantauan pasokan susu segar dalam negeri. Sistem tersebut digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi rantai pasok.

Selain itu, pemerintah menjalankan Program Restrukturisasi Mesin dan Peralatan Industri Makanan dan Minuman. Program tersebut memberikan penggantian biaya hingga 35 persen untuk pembelian mesin baru.

Putu mengatakan meningkatnya pendapatan masyarakat dapat mendorong pertumbuhan industri susu nasional. Tren hidup sehat dan Program Makan Bergizi Gratis juga menjadi peluang pengembangan industri.

Melalui Hari Susu Nusantara 2026, Kemenperin berharap industri susu nasional semakin kuat. Industri susu dalam negeri juga diharapkan semakin mandiri dan berdaya saing. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Persaingan di LTS Bayangi P...
Rona
Mediterania: Laut yang Memb...
Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

21 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.