Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jalan Ganda Energi RI: Transisi Hijau dan Ketahanan Harus Seiring

📅 Kamis, 04 Jun 2026, 21:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jalan Ganda Energi RI: Transisi Hijau dan Ketahanan Harus Seiring Doc: ANTARA/ HO-PMSE.
Ket. Foto udara Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung di Waduk Cirata, Jawa Barat.

JAKARTA – Agenda transisi menuju energi bersih menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus mendukung target penurunan emisi karbon.

Selain berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan, transisi ini juga membuka peluang investasi baru, penciptaan lapangan kerja hijau, serta penguatan ketahanan energi nasional.

Namun, keberhasilannya memerlukan dukungan kebijakan yang konsisten, pengembangan infrastruktur energi terbarukan, serta skema pembiayaan yang mampu menarik partisipasi sektor swasta.

Dengan perencanaan yang tepat, transisi energi dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing.

Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Dadan Kusdiana menyampaikan agenda transisi menuju energi bersih harus berjalan bersama dengan ketahanan energi untuk menjaga pasokan energi tetap aman dan terjangkau.

“Sekarang masanya bukan memilih antara ketahanan energi atau transisi energi. Dua-duanya harus dilakukan secara bersamaan. Kita harus memastikan energi di Indonesia tetap secure dan resilient, tetapi di saat yang sama juga semakin bersih,” kata Dadan dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis (4/6).

Dadan menjelaskan kondisi global yang penuh ketidakpastian membuat setiap negara kini berupaya memperkuat kemandirian energinya masing-masing. Tak terkecuali Indonesia yang juga harus terus mempercepat berbagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM).

DEN mencatat konsumsi minyak nasional saat ini mencapai sekitar 1,52 juta barel per hari, kata Dadan, sedangkan produksi domestik masih berada di kisaran 610 ribu barel per hari. Selisih tersebut membuat Indonesia masih harus melakukan impor energi dalam jumlah besar.

“Kalau kebutuhan impor mencapai sekitar satu juta barel per hari dan harga minyak berada di level 100 dolar AS per barel, artinya setiap hari kita membutuhkan sekitar 100 juta dolar AS untuk membeli minyak mentah. Ini menjadi tantangan besar bagi ketahanan energi nasional,” kata Dadan.

Alumnus Kyoto University itu menambahkan sektor transportasi masih menjadi penyumbang konsumsi BBM terbesar di Indonesia. Dengan jumlah sepeda motor mencapai sekitar 140 juta unit dan mobil penumpang lebih dari 20 juta unit, kebutuhan energi berbasis fosil masih sangat tinggi.

Dadan juga mendorong percepatan elektrifikasi transportasi, termasuk melalui program konversi sepeda motor BBM menjadi motor listrik serta pengembangan infrastruktur kendaraan listrik nasional.

Selain elektrifikasi, pemerintah juga mempercepat pengembangan energi baru terbarukan, salah satunya panas bumi. Menurut Dadan, panas bumi menjadi energi strategis karena mampu menyediakan pasokan listrik yang stabil dan berkelanjutan.

“Panas bumi diposisikan sebagai salah satu energi utama dalam bauran energi nasional. Keberhasilannya sudah terbukti selama puluhan tahun dan ini menjadi modal penting untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Kemenperin Dorong Gen Z Kembangkan Industri Batik

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.