Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Survei: Perubahan Iklim Menjadi Puncak Ancaman Global

📅 Jumat, 02 Sep 2022, 00:01 WIB | Oleh:
Survei: Perubahan Iklim Menjadi Puncak Ancaman Global Doc: Istimewa
Ket. Kapal beristirahat di dasar Danau Solinskie Polandia, di tengah kekeringan di Eropa.

WASHINGTON - Menurut survei Pew Research Center, pada Rabu (31/8) perubahan iklim adalah ancaman global teratas di benak publik di 19 negara maju.

Menurut temuan survei, penyebaran informasi palsu secara online, dan serangan dunia maya dari negara lain, adalah kekhawatiran terbesar kedua dan ketiga yang muncul secara keseluruhan.

"Rata-rata 75 persen di 19 negara di Amerika Utara, Eropa, dan kawasan Asia-Pasifik menyebut perubahan iklim global sebagai ancaman utama, dan di 10 negara, kekhawatiran tentang perubahan iklim berada di titik tertinggi sepanjang masa," kata laporan itu.

Seperti dikutip dari straitstimes, tujuh puluh persen di seluruh negara melihat penyebaran informasi yang salah sebagai ancaman utama, sementara 67 persen mengatakan serangan dunia maya adalah ancaman utama.

Namun, di Singapura, lebih banyak responden menyebutkan serangan dunia maya, keadaan ekonomi, dan penyakit menular sebagai ancaman utama, di depan perubahan iklim dan kesalahan informasi online.

Survei tersebut menunjukkan bahwa orang-orang memandang PBB yang sering difitnah dengan baik, dan percaya bahwa "nilai-nilai bersama" lebih penting untuk menyatukan bangsa-bangsa daripada "masalah bersama".

"PBB terlihat lebih menguntungkan daripada tidak menguntungkan di sebagian besar negara yang disurvei pada 2022," kata laporan itu.

"Rata-rata 65 persen menyatakan pendapat positif tentang organisasi multilateral, dibandingkan dengan 27 persen yang memiliki pandangan yang tidak menguntungkan," ujarnya.

Israel menonjol karena memiliki pandangan yang paling tidak menguntungkan tentang PBB.

Survei dilakukan dari 14 Februari hingga 3 Juni tahun ini di antara 24.525 orang dewasa di 19 negara. Ini mencakup Australia, Kanada dan Amerika Serikat, 11 negara di Eropa, Israel, serta Singapura, Malaysia, Korea Selatan, dan Jepang.

Temuan itu muncul ketika beberapa sungai di Eropa hampir kering, gelombang panas menghanguskan Tiongkok, kebakaran hutan yang membakar bagian barat AS, dan banjir besar yang dipicu oleh curah hujan di beberapa tempat yang 600 persen di atas rata-rata telah menggenangi sepertiga dari Pakistan.

"Meskipun masalah ini, orang-orang di seluruh dunia mengungkapkan optimisme bahwa masalah yang dihadapi negara mereka dapat diselesaikan dengan bekerja sama dengan negara lain," kata Pew Research.

Survei itu menemukan orang Eropa lebih mungkin mengatakan sekarang perubahan iklim adalah ancaman utama bagi negara mereka daripada kapan pun dalam dekade terakhir.

"Namun, di hampir setiap negara Eropa yang disurvei, kekhawatiran tentang perubahan iklim kurang menonjol di antara mereka yang mendukung partai populis sayap kanan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...
Luar Negeri
WMO Sebut Kebakaran Hutan d...
Advertisement
Karhutla Sampai Jakarta, Lapangan Sepak Bola di Pancoran Kebakaran

Karhutla Sampai Jakarta, Lapangan Sepak Bola di Pancoran Kebakaran

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.