Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Russia dan Tiongkok Tegaskan Dukungan untuk Pemimpin Baru Iran, Mojtaba Khamenei

📅 Senin, 09 Mar 2026, 21:33 WIB | Oleh:
Russia dan Tiongkok Tegaskan Dukungan untuk Pemimpin Baru Iran, Mojtaba Khamenei Doc: Reuters
Ket. Mojtaba Khamenei, 56 tahun, seorang ulama yang terkait dengan elit keamanan Iran, kini menjadi pemimpin tertinggi ketiga negara itu.

JAKARTA - Dukungan internasional terhadap pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, mulai terlihat setelah Russia dan Tiongkok secara terbuka menyampaikan sikap mereka di tengah memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah. Kedua negara tersebut memberikan sinyal kuat bahwa mereka tetap berada di belakang Teheran ketika konflik regional terus meningkat.

Presiden Russia Vladimir Putin bahkan mengirimkan telegram ucapan selamat kepada Mojtaba Khamenei setelah ulama berusia 56 tahun itu resmi menjabat sebagai pemimpin tertinggi Iran. Pesan tersebut sekaligus menegaskan kembali komitmen Moskow untuk mempertahankan hubungan strategis dengan Teheran.

"Sekarang, ketika Iran menghadapi agresi bersenjata, pekerjaan Anda di jabatan tinggi ini tidak diragukan lagi akan membutuhkan keberanian dan dedikasi yang besar. Saya yakin Anda akan dengan terhormat melanjutkan pekerjaan ayah Anda dan menyatukan rakyat Iran dalam menghadapi cobaan berat."

Kremlin juga menegaskan keyakinan bahwa Mojtaba Khamenei akan melanjutkan arah kepemimpinan yang sebelumnya dibangun oleh ayahnya, Ali Khamenei. Pemimpin tertinggi Iran sebelumnya tersebut memerintah negara itu selama lebih dari tiga dekade sebelum meninggal dunia akibat serangan udara.

"Dari pihak saya, saya ingin menegaskan dukungan teguh kami untuk Teheran dan solidaritas dengan teman-teman Iran kami. Russia telah dan akan tetap menjadi mitra yang dapat diandalkan bagi Republik Islam."

Selain Russia, Tiongkok juga menyatakan pengakuan terhadap transisi kepemimpinan di Iran yang terjadi pada awal pekan ini. Pemerintah Beijing menilai proses pengangkatan Mojtaba Khamenei berlangsung sesuai mekanisme konstitusional negara tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, mengatakan bahwa pergantian kepemimpinan tersebut merupakan urusan internal Iran yang harus dihormati oleh komunitas internasional. Beijing juga secara tegas menolak segala bentuk intervensi eksternal terhadap pemerintahan di Teheran.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi tanggapan terhadap komentar Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan bahwa pemimpin baru Iran tidak akan bertahan lama tanpa restu Washington. Beijing menilai pernyataan semacam itu berpotensi memperburuk ketegangan geopolitik di kawasan.

Guo Jiakun juga menyerukan agar semua pihak menghormati kedaulatan Iran serta segera menghentikan eskalasi konflik yang terjadi. Ia menegaskan bahwa dialog diplomatik harus kembali menjadi jalur utama untuk menyelesaikan ketegangan yang semakin meluas.

Mojtaba Khamenei sendiri menjadi pemimpin tertinggi ketiga dalam sejarah Republik Islam Iran setelah dipilih oleh Majelis Pakar. Lembaga konstitusional yang terdiri dari 88 ulama tersebut memiliki kewenangan untuk menunjuk otoritas politik tertinggi di negara itu.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa penunjukan Mojtaba Khamenei dilakukan untuk memperkuat persatuan nasional di tengah kondisi negara yang sedang menghadapi tekanan besar dari luar negeri. Pemerintah Iran menilai stabilitas kepemimpinan sangat penting ketika konflik militer terus meningkat.

Pergantian kepemimpinan ini terjadi setelah kematian Ali Khamenei dalam serangan udara yang terjadi pada 28 Februari lalu di Teheran. Serangan tersebut dilaporkan dilakukan oleh Amerika Serikat bersama Israel dan menargetkan langsung kediaman pemimpin tertinggi Iran itu.

Sejak insiden tersebut, konflik bersenjata antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat terus meningkat di berbagai wilayah Timur Tengah. Serangan udara yang dilakukan Washington dan Tel Aviv dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.250 warga Iran, termasuk warga sipil dan pelajar.

Iran kemudian membalas serangan tersebut dengan meluncurkan drone serta rudal yang diarahkan ke wilayah Israel dan sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat. Situasi ini membuat ketegangan regional semakin tinggi dan memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.