Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB Mendesak Transpransi Jejak Lingkungan Perusahaan AI

📅 Kamis, 04 Jun 2026, 20:00 WIB | Oleh:
PBB Mendesak Transpransi Jejak Lingkungan Perusahaan AI Doc: Antara
Ket. lustrasi Kecerdasan buatan.

PARIS – Sebuah laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada hari Rabu (3/6), mendesak perusahaan-perusahaan kecerdasan buatan untuk mengungkapkan jejak lingkungan mereka, memperingatkan bahwa ledakan AI memberikan tekanan yang semakin besar pada jaringan listrik, pasokan air, dan sumber daya lahan.

Studi ini juga mendesak pemerintah untuk mewajibkan pelaporan lingkungan yang terstandarisasi dari penyedia AI, dan menyerukan kepada pengguna untuk memilih alat yang lebih hemat energi yang dapat menyelesaikan tugas yang sama.

"Apa yang kami tunjukkan di sini mungkin hanyalah puncak gunung es," kata Kaveh Madani, direktur Institut Universitas Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Air Lingkungan, dan Kesehatan (UNU-INWEH), kepada AFP.

"Kita perlu menuntut lebih banyak transparansi. Kita perlu agar para penyedia layanan memberikan informasi tersebut," kata Madani.

Para penulis laporan "Biaya Lingkungan dari Penggunaan Energi AI: Jejak Karbon, Air, dan Lahan" menggunakan data primer dari berbagai sumber untuk membuat perkiraan mereka, kata Madani.

Bukan laporan anti-AI

Laporan UNU-INWEH menyebutkan bahwa pasar AI global diperkirakan akan tumbuh dari 189 miliar dolar AS pada tahun 2023 menjadi 4,8 triliun dolar AS pada tahun 2033.

Pusat data, yaitu gudang server yang mendukung AI dan layanan digital lainnya, mengonsumsi 448 terawatt-jam (TWh) listrik pada tahun 2025.

Jika pusat data dianggap sebagai sebuah negara, konsumsi energinya akan menempati peringkat ke-11 -- tepat di bawah Prancis dengan 468 TWh, menurut studi tersebut.

Beban kerja AI menyumbang seperlima dari total penggunaan listrik di pusat data tahun lalu, dan diperkirakan akan meningkat menjadi 40 persen pada tahun 2030.

Konsumsi energi oleh pusat data diproyeksikan akan melebihi 945 TWh pada tahun 2030, menempati peringkat keenam di antara negara-negara dan menghasilkan emisi setara 399 juta ton CO2. Sebagai perbandingan, emisi bersih Inggris mencapai 367 juta ton tahun lalu.

Laporan tersebut memperingatkan bahwa pengurangan emisi karbon tidak secara otomatis mengurangi dampak terhadap air atau lahan.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa pusat data dapat menghabiskan 9,32 triliun liter air pada tahun 2030, cukup untuk memenuhi kebutuhan air dasar tahunan seluruh penduduk Afrika sub-Sahara. Luas lahan yang mereka tempati akan 18 kali lebih besar dari Kota New York.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa ChatGPT sendiri diperkirakan memproses sekitar 2,5 miliar permintaan per hari, yang setara dengan sekitar 383 GWh listrik per tahun -- cukup untuk memenuhi kebutuhan tahunan hampir tiga juta orang di Afrika sub-Sahara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Panglima TNI Imbau Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi Informasi yang Belum Terverifikasi.
    Preview komentar:
    Suka banget sama imbauan ini karena memang ketenangan ...
    terimakasih bapak panglima,TNI siap menjaga keamanan masyarakat INdonesia
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Nasional
Menko PMK Pratikno Bantah R...

Dinkes: Wabah ISPA Ancam Dua Kota di Provinsi Banten

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Dinkes: Wabah ISPA Ancam Du...

Gelaran Liga Super Akan Dihadiri Penonton Tandang

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Gelaran Liga Super Akan Dih...
Nasional
KAI Beri Promo Diskon Tiket...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
18 Agustus 2026 Cuti Bersama atau Tidak? Ini Daftar Libur dan Long Weekend Agustus

18 Agustus 2026 Cuti Bersama atau Tidak? Ini Daftar Libur dan Long Weekend Agustus

11 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.