Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Trump Mengaku Bicara dengan Hezbollah dan Netanyahu, Konflik Lebanon Memasuki Babak Baru

📅 Selasa, 02 Jun 2026, 05:30 WIB | Oleh:
Trump Mengaku Bicara dengan Hezbollah dan Netanyahu, Konflik Lebanon Memasuki Babak Baru Doc: AFP
Ket. Warga berkumpul di sebuah rumah sakit yang mengalami kerusakan setelah serangan Israel menghantam lokasi di dekatnya di Kota Tyre, Lebanon selatan, pada Senin (1/6).

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan pada Senin (1/6), bahwa dirinya telah melakukan pembicaraan yang produktif dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, serta kelompok Hezbollah melalui perantara. Pernyataan tersebut memunculkan harapan bahwa gencatan senjata di Lebanon dapat tetap bertahan meskipun media pemerintah Iran mengisyaratkan kesepakatan itu berpotensi runtuh.

Dilansir dari The Straits Times, melalui media sosial, Trump menyebut Hezbollah telah berjanji tidak akan menyerang Israel, sementara Netanyahu disebut sepakat untuk menarik pasukan yang sedang bersiap melakukan serangan ke Lebanon.

Namun demikian, serangan Israel di Lebanon selatan dan aksi serangan Hezbollah terhadap pasukan Israel dilaporkan masih berlanjut pada malam 1 Juni.

Sebelumnya, kantor berita pemerintah Iran, Tasnim, melaporkan bahwa Teheran menghentikan negosiasi tidak langsung dengan Amerika Serikat setelah Israel memerintahkan pasukannya untuk bergerak lebih jauh ke wilayah Lebanon pada 31 Mei. Langkah tersebut dinilai memperumit upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama tiga bulan.

Trump mengatakan kepada NBC bahwa dirinya belum menerima informasi apa pun dari Iran mengenai penghentian perundingan tersebut.

Tak lama kemudian, televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa gencatan senjata dengan AS yang berlaku sejak awal April kemungkinan besar akan berakhir jika serangan Israel terhadap Hezbollah yang didukung Teheran terus berlanjut.

Meski demikian, belum ada konfirmasi langsung dari pejabat Iran terkait laporan tersebut. Kementerian Luar Negeri Iran hanya menegaskan bahwa Teheran menganggap AS bertanggung jawab atas setiap pelanggaran terhadap gencatan senjata bersama maupun kesepakatan damai di Lebanon.

Dalam unggahannya di Truth Social, Trump menyebut telah melakukan "pembicaraan yang sangat produktif" dengan Netanyahu dan juga berkomunikasi dengan Hezbollah.

Menurut Trump, tidak akan ada pasukan Israel yang bergerak menuju Beirut, dan pasukan yang sebelumnya dalam perjalanan telah diperintahkan untuk kembali.

Meski demikian, belum ada tanggapan resmi dari pihak Israel mengenai klaim tersebut.

Di sisi lain, Netanyahu tetap memerintahkan serangan terhadap wilayah pinggiran selatan Beirut yang dikuasai Hezbollah pada 1 Juni. Serangan udara tersebut diperkirakan menjadi bagian dari operasi yang telah beberapa kali dilakukan Israel sejak gencatan senjata mulai berlaku pada pertengahan April.

Di lapangan, pasukan Israel masih menguasai sebagian wilayah Lebanon selatan dari perbatasan hingga Sungai Litani. Bahkan, pasukan Israel dilaporkan terus bergerak menuju Sungai Zaharani, sekitar 10 kilometer lebih jauh ke utara, yang menjadi penetrasi terdalam Israel ke wilayah Lebanon dalam 25 tahun terakhir.

Trump juga menegaskan bahwa Hezbollah harus menghentikan seluruh serangan terhadap Israel.

"Melalui perwakilan tingkat tinggi, saya melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan Hezbollah dan mereka sepakat bahwa semua aksi penembakan akan dihentikan," tulis Trump.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Armenia Terbelah Dua Kubu A...
Nasional
DPR Dorong Distribusi Digit...
Luar Negeri
Pekerja Mogok Kerja, Layana...
Daerah
Bangka Tengah Tanam Padi Go...
Luar Negeri
Aset Beku Iran Cair, Trump ...
Nasional
Kemenbud Dorong Pelurusan S...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.