Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Mengaku Bicara dengan Hezbollah dan Netanyahu, Konflik Lebanon Memasuki Babak Baru

28 Selasa, 02 Jun 2026, 05:30 WIB | Oleh:
Trump Mengaku Bicara dengan Hezbollah dan Netanyahu, Konflik Lebanon Memasuki Babak Baru Trump Mengaku Bicara dengan Hezbollah dan Netanyahu, Konflik Lebanon Memasuki Babak Baru Doc: AFP
Ket. Warga berkumpul di sebuah rumah sakit yang mengalami kerusakan setelah serangan Israel menghantam lokasi di dekatnya di Kota Tyre, Lebanon selatan, pada Senin (1/6).

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan pada Senin (1/6), bahwa dirinya telah melakukan pembicaraan yang produktif dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, serta kelompok Hezbollah melalui perantara. Pernyataan tersebut memunculkan harapan bahwa gencatan senjata di Lebanon dapat tetap bertahan meskipun media pemerintah Iran mengisyaratkan kesepakatan itu berpotensi runtuh.

Dilansir dari The Straits Times, melalui media sosial, Trump menyebut Hezbollah telah berjanji tidak akan menyerang Israel, sementara Netanyahu disebut sepakat untuk menarik pasukan yang sedang bersiap melakukan serangan ke Lebanon.

Namun demikian, serangan Israel di Lebanon selatan dan aksi serangan Hezbollah terhadap pasukan Israel dilaporkan masih berlanjut pada malam 1 Juni.

Sebelumnya, kantor berita pemerintah Iran, Tasnim, melaporkan bahwa Teheran menghentikan negosiasi tidak langsung dengan Amerika Serikat setelah Israel memerintahkan pasukannya untuk bergerak lebih jauh ke wilayah Lebanon pada 31 Mei. Langkah tersebut dinilai memperumit upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama tiga bulan.

Trump mengatakan kepada NBC bahwa dirinya belum menerima informasi apa pun dari Iran mengenai penghentian perundingan tersebut.

Tak lama kemudian, televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa gencatan senjata dengan AS yang berlaku sejak awal April kemungkinan besar akan berakhir jika serangan Israel terhadap Hezbollah yang didukung Teheran terus berlanjut.

Meski demikian, belum ada konfirmasi langsung dari pejabat Iran terkait laporan tersebut. Kementerian Luar Negeri Iran hanya menegaskan bahwa Teheran menganggap AS bertanggung jawab atas setiap pelanggaran terhadap gencatan senjata bersama maupun kesepakatan damai di Lebanon.

Dalam unggahannya di Truth Social, Trump menyebut telah melakukan "pembicaraan yang sangat produktif" dengan Netanyahu dan juga berkomunikasi dengan Hezbollah.

Menurut Trump, tidak akan ada pasukan Israel yang bergerak menuju Beirut, dan pasukan yang sebelumnya dalam perjalanan telah diperintahkan untuk kembali.

Meski demikian, belum ada tanggapan resmi dari pihak Israel mengenai klaim tersebut.

Di sisi lain, Netanyahu tetap memerintahkan serangan terhadap wilayah pinggiran selatan Beirut yang dikuasai Hezbollah pada 1 Juni. Serangan udara tersebut diperkirakan menjadi bagian dari operasi yang telah beberapa kali dilakukan Israel sejak gencatan senjata mulai berlaku pada pertengahan April.

Di lapangan, pasukan Israel masih menguasai sebagian wilayah Lebanon selatan dari perbatasan hingga Sungai Litani. Bahkan, pasukan Israel dilaporkan terus bergerak menuju Sungai Zaharani, sekitar 10 kilometer lebih jauh ke utara, yang menjadi penetrasi terdalam Israel ke wilayah Lebanon dalam 25 tahun terakhir.

Trump juga menegaskan bahwa Hezbollah harus menghentikan seluruh serangan terhadap Israel.

"Melalui perwakilan tingkat tinggi, saya melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan Hezbollah dan mereka sepakat bahwa semua aksi penembakan akan dihentikan," tulis Trump.

Belakangan, kantor kepresidenan Lebanon menyatakan bahwa Hezbollah menerima usulan AS mengenai penghentian serangan secara timbal balik yang akan diperluas ke seluruh wilayah Lebanon. Namun, hal itu mengindikasikan bahwa komitmen tersebut belum tentu mencakup wilayah Israel bagian utara yang selama ini masih menjadi sasaran serangan Hezbollah sejak gencatan senjata diberlakukan.

Menariknya, belum pernah ada presiden AS yang diketahui berbicara langsung dengan Hezbollah, baik secara langsung maupun melalui perantara. Kelompok tersebut hingga kini masih ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
Megapolitan
Mitigasi Bencana, BPBD Tang...
Luar Negeri
Mojtaba Khamenei Masih Mena...

Janice Melaju di Sektor Ganda dan Tunggal

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Janice Melaju di Sektor Gan...
Advertisement
Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah

Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.