Trump Beri Ultimatum Keras ke Iran: Segera Sepakati Nuklir atau Hadapi Konsekuensi
📅 Senin, 18 Mei 2026, 18:05 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Iran agar segera menerima tuntutan Washington dalam negosiasi nuklir yang masih berlangsung. Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang kini melibatkan sejumlah negara Teluk.
Melalui unggahan di platform Truth Social miliknya, Trump menyebut waktu Iran semakin terbatas untuk mencapai kesepakatan yang dapat mengakhiri konflik secara permanen. Ia menegaskan Teheran harus segera mengambil keputusan sebelum menghadapi konsekuensi yang lebih besar.
"Bagi Iran, waktu terus berjalan, dan mereka sebaiknya segera bertindak, cepat, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka. waktu sangat penting!" tulis Trump.
Pernyataan tersebut muncul setelah konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran terus berlanjut usai serangan besar di wilayah Iran pada awal tahun ini. Situasi tersebut turut mengguncang stabilitas kawasan dan memicu lonjakan harga energi global akibat terganggunya jalur distribusi minyak dunia.
Penutupan Selat Hormuz menjadi salah satu dampak paling signifikan dari konflik tersebut karena jalur itu menjadi lintasan bagi sekitar 20 persen pengiriman minyak global. Kondisi itu meningkatkan kekhawatiran pasar internasional terhadap pasokan energi dalam beberapa pekan terakhir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Upaya diplomatik antara Washington dan Teheran hingga kini belum menghasilkan titik temu terkait program nuklir Iran. Amerika Serikat tetap mendorong pembongkaran kemampuan nuklir Iran, sementara Teheran bersikeras mempertahankan sebagian program nuklirnya untuk kepentingan sipil.
Laporan media Iran menyebut proposal terbaru dari Washington hanya menawarkan konsesi terbatas. Proposal tersebut juga tetap memuat tuntutan ketat, termasuk pembatasan aktivitas pengayaan uranium Iran.
Pejabat Amerika Serikat juga dilaporkan berupaya memindahkan stok uranium Iran yang telah diperkaya. Saat ini Iran disebut memiliki sekitar 440 kilogram uranium yang diperkaya hingga level 60 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jika diproses lebih lanjut, jumlah tersebut secara teori dinilai cukup untuk memproduksi beberapa senjata nuklir. Proposal Washington juga disebut hanya mengizinkan Iran mempertahankan satu fasilitas nuklir dengan syarat uranium dipindahkan ke luar negeri.
Konflik yang awalnya terpusat pada Iran dan Israel kini mulai merambah kawasan Teluk. Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Oman dilaporkan mengalami insiden pesawat nirawak maupun rudal sejak konflik meningkat.
Pada Minggu, Uni Emirat Arab melaporkan kebakaran di pembangkit listrik tenaga nuklir Barakah setelah serangan drone. Otoritas setempat menyebut insiden itu sebagai serangan teroris tanpa provokasi.
"Tidak ada korban luka maupun kebocoran radiasi yang tercatat dalam insiden tersebut," kata otoritas Uni Emirat Arab.
Meski salah satu reaktor sempat beralih ke tenaga diesel darurat akibat kerusakan generator listrik, regulator nuklir UEA memastikan operasional fasilitas tetap stabil. Arab Saudi juga melaporkan telah mencegat drone yang memasuki wilayah udaranya dari arah Irak.
Penasihat diplomatik Presiden UEA Anwar Gargash menyebut serangan tersebut sebagai eskalasi serius di kawasan. Perkembangan terbaru ini menunjukkan konflik Timur Tengah semakin meluas di saat jalur diplomasi masih menemui jalan buntu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!